Pelatihan P3K untuk Rider di 4Life

Posted: February 5, 2014 in Hiking, Keluarga, Motor, Others, Petualangan, Touring, Uncategorized
Tags: , , , , , , , ,

Sebagai rider, seberapa jauh pengetahuan anda tentang P3K? Jangan-jangan anda juga tidak tahu atau lupa kepanjangan dari P3K?πŸ˜€. P3K merupakan singkatan dari Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan atau dalam bahasa kerennya adalah First Aid. Apakah seorang rider seperti anda butuh pengetahuan ini? jawabannya adalah relatif. Untuk anda yang sering berpergian dengan sepeda motor dan memiliki rasa toleransi dan keperdulian yang tinggi, pengetahuan dasar akan P3K sangat penting, baik untuk kepentingan diri anda sendiri, teman perjalanan maupun orang yang anda lihat terkena kecelakaan dan membutuhkan pertolongan darurat. Berikut ulasan tentang pengalaman penulis dan Bro Andry Berlianto mengikuti training singkat P3K di 4Life – Bogor, beberapa waktu yang lalu, terkait dengan project 2Ride7.

Pengetahuan Dasar Pernafasan

Pengetahuan Dasar Pernafasan 2 Teknik Membuka Helm Pada Korban Membuka Pernafasan Korban dengan Menekan Dagu Persiapan Nafas Buatan dengan tisue pengaman Persiapan Nafas Buatan dengan alat bantuan Penentuan titik pacu jantung Mendeteksi Pernafasan Korban Memberikan nafas buatan Pemeriksaan denyut nadi korban Bantuan Pacu Jantung Posisi pasca nafas buatan & pacu jantungPosisi Final Stelah bantuan Nafas Buatan & Pacu Jantung

Dalam sebuah rumah sederhana di daerah Warung Jambu – Bogor yang dijadikan kantor, gudang sekaligus workshop, penulis mendapat undangan pelatihan P3K khususnya untuk rider dari para instruktur yang berpengalaman dari sebuah perusahaan pensuplay peralatan P3K : 4Life. Dengan ditemani owner 4Life & 2 orang instruktur wanita, penulis mendapatkan pelatihan dan pengetahuan tentang teknik teknik dan pengetahuan dasar tentang penanganan kecelakaan yang bisa kita lakukan sebagai orang awam (karena penanganan yang lebih paripurna harus dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman).

Beberapa teknik yang diajarkan adalah :

  1. Pengetahuan dasar berupa tindakan pengamanan saat pertama kali melihat kecelakaan
  2. Evaluasi atas kondisi visual mendasar badan korban kecelakaan
  3. Evaluasi atas kondisi fisik badan korban kecelakaan
  4. Evaluasi atas kondisi pernafasan korban kecelakaan
  5. Penanganan awal atas korban kecelakaan yang gagal dalam pernafasan
  6. Teknik dasar bantuan pernafasan berupa nafas buatan dan pacu jantung
  7. Teknik dasar bantuan pasca nafas buatan & pacu jantung
  8. Teknik dasar penggunaan peralatan P3K

Dari pelatihan singkat tersebut, ada beberapa hal penting yang bisa menjadi acuan dasar bagi kita dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (dalam hal ini kecelakaan lalu lintas) :

  1. Mengamankan perimeter kecelakaan agar tidak terjadi kecelakaan tambahan dan susulan.
  2. Jangan sembarangan memindahkan korban! Secara visual, pastikan bagian mana yang terluka agar tidak membuat luka tambahan pada diri korban. Jika kondisi korban memungkinkan untuk dipindahkan, minta bantuan orang-orang sekitar anda untuk bersama anda mengangkat korban secara bersama-sama dan aman untuk tubuh korban.
  3. Tanyakan pada orang di sekitar anda, apakah ada yang bekerja dalam bidang medis dan lebih memahami penanganan kecelakaan dibanding anda sendiri!
  4. Telentangkan korban, buka helm secara perlahan (dari bagian atas kepala korban) agar posisi leher agar tidak bergerak.
  5. Cek denyut nadi korban (yang paling mudah dicheck adalah di leher atau di lengan).
  6. Periksa fisik korban dengan menyisir badan korban secara seksama dengan tangan kita di kedua sisi tubuh korban. Jika korban terlihat meringis saat dipegang, maka kemungkinan di daerah tersebut terdapat luka dalam.
  7. Cek pernafasan korban dengan mendekatkan telinga kita ke mulut korban. Usahakan membuka lebar-lebar lubang pernafasan korban dengan menekan dagu agar mulut terbuka lebar. Jika korban terlihat gagal bernafas, segera lakukan pernafasan buatan dan pacu jantung (proses ini harus terlatih baik, jangan sembarangan memberikan nafas buatan & pacu jantung!). Ingat : kegagalan korban untuk bernafas lebih dari 30 detik akan memberikan cacat permanen pada otak korban karena suplay udara ke otak korban terganggu. Jadi lakukan dengan cepat namun terukur.
  8. Setelah dilakukan nafas buatan dan pacu jantung, posisikan korban dalam kondisi miring (lihat gambar) agar korban bisa bernafas lebih leluasa.
  9. Pergunakan peralatan P3K yang kita bawa untuk membantu korban (tentunya dengan pengetahuan penggunaan peralatan P3K yang memadai).
  10. Segera menghubungi rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Semoga bermanfaat.

Jakarta, 27 April 2012

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s