Adventouride 2 : Ride To The Harmony, Touring Teluk Kiluan – Lampung Selatan #1 of 4

Posted: June 26, 2011 in Petualangan, Touring
Tags: , , , ,
 

Lebih dari satu bulan, tulisan ini terendap di server WordPress. Kesibukan penulis di tempat kerja memaksa penulis menulis artikel ini bersifat ‘stop & go’, hingga akhirnya ride report untuk perjalanan penulis ke Teluk Kiluan – Lampung Selatan bisa selesai meskipun tersendat-sendat. Foto pun terpaksa di upload secara bertahap karena sourcenya terpencar-pencar di beberapa teman. Ride report ini dibagi dalam 4 artikel karena rasanya sayang melewatkan satu pun kejadian yang kami alami dalam perjalanan kali ini. Semoga apa yang penulis sampaikan mewakili perasaan dan pengalaman para peserta Adventouride kali ini. Selamat membaca!

Menyusur Teluk Kiluan
Menyusur Teluk Kiluan

Jakarta – Bakaheuni, 13 Mei 2011 (malam)

Jam 17.15 tanggal 13 Mei 2011, akhirnya rampung juga segala persiapan penulis untuk melakukan perjalanan ke Teluk Kiluan, Lampung Selatan. Semua peralatan pribadi, peralatan pendukung perjalanan dan peralatan emergency sudah terkemas dengan rapi di Rear Box Kappa K33 & Tank Bag 7Gear yang terpasang di Honda New Mega Pro yang akan menemani penulis menuju tujuan petualangan kali ini. Rasanya mendekati kebenaran perkataan seorang petualang terkenal dari New Zealand, bahwa pekerjaan persiapan adalah pekerjaan setengah dari perjalanan. Begitu banyak persiapan yang harus dikerjakan oleh penulis, mengingat selain perjalanannya cukup jauh (+/- 750km PP), rute perjalanan yang dipastikan tidak umum, juga karena penulis harus mengkoordinasi teman-teman dari KHCC (Karisma Honda Cyber Community) berjumlah 8 orang yang berminat untuk turut serta dalam petualangan kali ini.

Mereka adalah : Bro Djoko ‘Dee-j’ Susilo, Bro Iwan “Dagienk’ Setiawan, Bro ‘Ableh’ Gushadi, Bro ‘Opik’ Taufik, Sist Muszi ‘Fay’ Fahlevi (satu-satunya rider wanita yang ikut), Bro Ecko Yulianto, Bro Asrori ‘Rori’ dan Bro Anto ‘Cira’. Beberapa orang membatalkan keikut sertaannya di saat-saat terakhir karena sesuatu hal, yaitu Bro Andry Berlianto ‘JDDC’, Bro Somad, Bro Ade, Bro Disa dan Bro Dadan ‘Danz Juan’ Hamdani. Namun berkurangnya peserta touring tidak mengurangi semangat peserta yang tersisa untuk tetap merealisasikan rencana yang sudah disiapkan sedemikian matang dari jauh-jauh hari. 

Adventouride Stiker
Adventouride Stiker

 Adventouride (gabungan dari kata ‘Adventoure’ dan ‘riding’ yang kira-kira berarti petualangan bermotor) kali ini merupakan seri yang ke dua setelah sebelumnya di Adventouride pertama penulis dan beberapa rekan dari KHCC merambah daerah Ujung Genteng – Sukabumi. Adventouride 2 yang bertajuk “Reach the Harmony” seakan menegaskan tujuan perjalanan kami kali ini yang ingin mengexplore dan ‘berharmoni’ dengan keindahan alam Teluk Kiluan di Lampung Selatan yang sudah tersohor dan sering dibicarakan di dunia maya oleh para penikmat petualangan alam. Dari beberapa info yang didapat, selain Teluk Kiluan sendiri memang indah dan sangat rugi untuk dilewatkan, jalan menuju Teluk Kiluan sendiri pun sudah menjadi tantangan tersendiri. Itulah alasannya mengapa persiapan peralatan, kendaraan, akomodasi dan fisik peserta menjadi perhatian utama.

Setelah Sholat Maghrib dan sedikit makan malam, tepat jam 19.00, Penulis berpamitan kepada keluarga dan meluncur ke arah Senayan, tempat yang ditetapkan sebagai Pit Stop 1. Di pelataran parkir selatan Patung Panahan Senayan, terlihat motor para peserta Adventouride sudah berjajar dengan rapi, membaur dengan peserta Kopdar (kopi darat) KHCC. Para peserta tampak berbeda dengan perlengkapan touring yang mereka kenakan. Motor telah siap untuk perjalanan jauh dengan pemasangan lampu tembak di hampir semua motor peserta. Bahkan hampir semua peserta memasang klakson steble/Hella/Ferr pula. Berbagai Jacket dengan berbagai merk  juga dikenakan, tak ketinggalan protector kaki dan tangan. Helm sebagai alat pengamanan utama sudah tentu menjadi perhatian juga. Helm full face berkualitas nomor satu terlihat dipakai oleh semua peserta. Luar biasa!

Memang touring kali ini terasa istimewa, selain menjadi perjalanan terjauh yang pernah digelar oleh KHCC secara tim, juga karena keberangkatannya dilepas oleh peserta Kopdar KHCC. Biasanya Kopdar KHCC digelar hari Jumat minggu pertama setiap bulannya. Namun kali ini Kopdar rutin sengaja diundur agar bisa bersamaan waktunya dengan pemberangkatan Adventouride 2. Sempat diwarnai hujan deras di lokasi kopdar sehingga harus berpindah tempat ke pelataran Mesjid Al-bina serta insiden menunggu salah seorang peserta yang terlambat datangnya ampun-ampunan, akhirnya Adventouride 2 yang direncanakan akan dilepas jam 21.00 terpaksa diundur hingga jam 23.30 WIB. Sebelumnya, Bro No-q (digelari ‘kuncen’ di KHCC :D) dan penulis bersama-sama melakukan inspeksi wajib pra touring (scruuting) pada seluruh kendaraan peserta. Secara keseluruhan proses scruuting berjalan lancar terkecuali temuan rantai Bro Rory yang kendor serta side box Bro Ecko yang berat sebelah akibat pembagian beban berupa bekal nasi uduk yang tidak merata😀 (Hah, nasi uduk? Ya benar, Nasi uduk. Tak heran dia dijuluki ‘Nasduk’ oleh rekan-rekannya di KHCC…..hehehehe!)

Setelah sedikit briefing, pembagian tag name (yang biasanya berisi biodata peserta, nomor-nomor darurat dan rute), pengaturan urutan group riding serta berdoa bersama, maka dimulai dengan membaca ‘Bismillah’, iring-iringan rombongan Adventouride 2 mulai meninggalkan pelataran Mesjid Al-Bina Senayan. Beberapa peserta Kopdar KHCC yang rumahnya ke arah Tangerang ikut mengiringi kami, yaitu Sist Tirta dan Bro Disa. Mereka mengiringi kami hingga perbatasan kota Tangerang. Thank you bro & sist!

Selepas Sist Tirta & Bro Disa memisahkan diri, penulis yang bertugas sebagai Road Captain sekaligus forwader mulai bingung karena tidak terlalu hafal jalan di kota Tangerang, apalagi malam hari. Untuk itu sementara waktu kendali arah diserahkan pada Bro Dee-J. Tapi entah karena apa, Bro Dee-J pun kehilangan arah juga. Akhirnya GPS Super Spring SF-510 yang terpasang di stang NMP penulis yang sebelumnya belum dipakai karena power supply yang terbatas terpaksa dinyalakan guna menentukan arah, dan ternyata memang sangat bermanfaat.

Selepas kota Tangerang, kami terus menyusuri jalan yang gelap menuju Balaraja. Di sana, teman kami Bro Taufik sudah menunggu. Setelah menemukan Bro Taufik di tempat yang telah ditentukan, tanpa menunggu lebih lama lagi, kami pun tancap gas. Sebagai limiter kecepatan rombongan, penulis mematok kecepatan group riding  maksimal 60-70 kpj demi keutuhan rombongan dan keselamatan bersama. Di tengah perjalanan, kami beberapa kali harus memperlambat kendaraan untuk memberikan jalan bagi beberapa rombongan club bermotor lain yang nampaknya sama-sama menuju Merak. Meskipun jalanan rusak, tapi nampaknya mereka tetap memacu kendaraannya meski harus beberapa kali bermanuver menghindari lubang yang mengangga di jalan yang gelap. Tak urung beberapa diantaranya terhantam. Tak heran tak lama kemudian kami nyaris menabrak side box yang tergeletak di tengah jalan. Ternyata side box itu terlepas dari salah satu motor mereka akibat terlalu sering menghantam lubang😀. Sabar Bro!!

Selanjutnya, kami harus menyusuri jalan menuju kota Serang yang berlubang dan rusak parah di sana-sini sehingga kami pun harus extra hati-hati. Beberapa kali lampu tembak (fog lamp) yang dipasang oleh hampir seluruh peserta Adventouride dinyalakan untuk menerangi jalan. Entah bagaimana kalau kami tidak memasang lampu tembak itu, tentunya perjalanan akan berjalan lambat karena jalanan begitu gelap akibat minimnya PJU di sepanjang jalan.

Memasuki kota Serang dan selanjutnya Cilegon, kondisi jalan mulai cukup bagus. Bau udara bergaram khas daerah pantai mulai tercium. Tak lama kemudian kami mulai masuk di daerah Pelabuhan Merak. Namun sesaat sebelum memasuki Pelabuhan Merak, hujan turun mendadak dengan sangat deras seakan menyapaikan ucapan selamat datang di Pelabuhan itu. Kami pun terpaksa berteduh dulu karena rasanya tanggung untuk menggunakan rain coat. Disaat berteduh itu kami manfaatkan untuk minum kopi dan makan seadanya di warung yang masih buka. Bro Rory (yang juga ketum KHCC)  terlihat langsung buka jacket, sepatu dan langsung mojok rebahan di bangku dalam warung. Kelak, hal itu akan menjadi kegiatan rutin Bro Rory saat break, seakan menjadi upacara ritual yang tidak bisa dilewatkannya….beuuhhh!!

Siap-siap memasuki 'perut' kapal Ferry

Siap-siap memasuki 'perut' kapal Ferry "Ontoseno I'

Jam menunjukkan pukul 02.45 ketika kami melanjutkan perjalanan memasuki Pelabuhan Merak. Setelah mengantri tiket ferry, kami dengan lancar memasuki lambung Ferry ‘Ontoseno I’ yang akan membawa kami menyeberangi Selat Sunda. Di saat menaiki Ferry, hampir saja terjadi insiden ketika Bro Dagienk nyaris tergelincir akibat ramp yang licin. Untung saja tidak terjadi apa-apa. Andai saja Bro Dagienk sampai terjatuh, efek domino mungkin tak terelakkan akan menimpa rekan-rekannya yang berurutan ada di belakangnya. Benar pesan dari rekan KHCC, agar berhati-hati saat menaiki ramp kapal Ferry karena ramp biasanya licin akibat ceceran oli, solar atau pun air hujan.

Motor peserta Adventouride yang diparkir rapi di lambung Ferry
 

Ferry yang kami tumpangi tidak terlalu besar juga tidak terlalu penuh isinya sehingga terasa cukup lapang. Kami memarkir motor dengan rapi dan leluasa. Setelah mengemas barang bawaan agar aman, kami menaiki tangga ke dek atas untuk penumpang dan mulai mencari tempat yang nyaman untuk istirahat sejenak. Akhirnya ruang lesehan menjadi pilihan kami karena cukup nyaman dan ber AC.

Terlelap di kapal ferry

Terlelap di kapal ferry

 

Penulis nyaris jadi ‘petugas penjaga pintu WC’ ketika sist Fay yang ingin buang air kecil di toilet wanita menemukan bahwa pintu WC nya bolong alias kosong melompong.

“Wah, gimana nih mas one?” tanya sist Fay bingung.

“Gue jaga di depan deh, Fay….loe masuk aja!” ujar penulis sambil memutar badan membelakangi arah pintu toilet wanita. Bagi para petualang, terkadang hal-hal seperti ini memang biasa terjadi. Saling menjaga hal-hal privacy tanpa melanggar etika gender adalah sebuah keharusan.

Beberapa detik kemudian, terlihat Bro Ecko ‘Nasduk’ menghampiri toilet umum, pikiran cepat segera terlintas di otak penulis. Sambil menggaet tangannya, penulis berbisik,

 “Brow, loe jaga disini ye! sist Fay lagi pipis tuh, toiletnya engga ada pintunya…”, kata penulis tanpa menunggu jawaban Bro Ecko sambil berlalu ke ruang dalam. Sempet bengong beberapa detik, akhirnya bro Ecko mesem sambil sedikit menggerutu. Tapi tak urung dia mengambil posisi berdiri sambil membelakangi pintu. Hahahaha….enak juga sesekali ngerjain orang! (Sepulang dari Touring Kiluan, Bro Ecko & Sist fay ‘resmi’ pacaran. Jangan-jangan mereka jadian akibat insiden ‘penjaga WC’ ini…hahahaha).

Alhamdulillah, akhirnya penulis bisa meluruskan badan dan melemaskan otot-otot yang tegang akibat perjalanan malam Jakarta-Merak yang cukup melelahkan. Kami harus menghemat tenaga karena perjalanan yang sesungguhnya akan kami jumpai besok dari Bakaheuni menuju Teluk Kiluan.

Ferry 'Ontoseno 1' meninggalkan pelabuhan Merak

Ferry 'Ontoseno 1' meninggalkan pelabuhan Merak

Kami pun segera terlelap, tak memperdulikan dengungan mesin ferry yang sayup-sayup masih terdengar di luar serta suara deburan ombak selat Sunda yang menghantam badan ferry, yang lambat laun menghilang ditelan alam bawah sadar………..

Bersambung….

HH

Comments
  1. jadi sepertinya menyeberang ke lampung dini hari lebih enak ya? sampai lampung pagi harinya. Kalau dari jakarta ke merak, perjalanan aman enggak ya malam harinya?

  2. jahe says:

    baca duluuuuuuuu mntap ulasannya

  3. dee-j says:

    mmm….saat gw bisa ngeles dari kun yang melintang menjelang naek ferry ada yang side boxnya menghantam kun nich…

  4. dee-j says:

    mmm…ada yang side boxnya nampol kun nich sebelum naek ferry…
    untung gw bisa ngeles…

  5. Bro Taufik itu nganter apa ikut touring juga yah, ga ada kelangsungan ceritanya dah😀

  6. Bro Taufik itu nganterin doang apa lanjut touring juga yah ?
    ga ada kelanjutan kisahnya dah😀

  7. Masih byk PR ride report yg kudu di publish nih hohoho…………..

  8. entah kenapa kok gw baca ini jadi senyum-senyum sendiri yah?
    he he he he

    *nice story kang ONE.. next where is the destination i’ll join ^,^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s