2Ride7 Jakarta – Lombok : (Ride Report 2nd day) Perjalanan Menuju Lombok (#1)

Posted: June 24, 2012 in Motor, Petualangan, Touring
Tags: , , ,

Lombok sudah lama menjadi tujuan utama berwisata setelah Bali. Namun jika kita ingin berwisata ke Lombok dari Bali dengan menggunakan moda darat dan laut, maka kita harus bersiap-siap untuk bersabar mengarungi 5 jam perjalanan laut menyeberangi Selat Lombok. Bagaimana kesan perjalananan tim 2Ride7 dalam menyeberangi selat Lombok ini, berikut catatan perjalanannya

Berfoto dengan Bro Kodox di Jalan Menuju Padang Bay

Berfoto dengan Bro Kodox di Jalan Menuju Padang Bay

Perjalanan dari Denpasar ke Pelabuhan Ferry Padang Bay

Setelah Bro Andry akhirnya bergabung bersama penulis di Kuta – Denpasar tanggal 17 Mei 2012, maka besok paginya, kami berdua harus melanjutkan perjalanan ke Lombok. Untuk bisa ke Lombok, pertama-tama kami harus melakukan perjalanan darat ke Pelabuhan Ferry – Padang Bay yang berjarak 2 jam perjalanan dari Kuta. Bro Handoko aka Kodox, teman kami di KHCC (Karisma Honda Cyber Community) yang saat ini menetap di Kuta berbaik hati akan mengantarkan kami ke Padang Bay. Kami mengajak Bro Kodox untuk turut serta dalam perjalanan kami ke Lombok sekaligus menjadi guide kami, namun karena dia harus tetap bekerja, maka hanya kami berdua yang menyeberang ke Lombok.

Maka di pagi hari yang sempat dihiasi hujan, kami berangkat pukul 06.45 WIT dari Kuta menuju Padang Bay. Sempat sarapan makanan khas Surabaya yang ada di pinggir jalan dan mengisi bensin di SPBU Sunset Beach, maka perjalanan pun dimulai ke Padang Bay. Menuju Padang Bay dari Kuta ternyata sekarang lebih mudah. Pembangunan jalan bypass yang menghubungkan dua daerah vital itu sangat membantu mempercepat waktu tempuh kita berkendara. Jalan yang lurus, mulus dan lancar ditambah pemandangan yang indah sepanjang jalan membuat perjalanan Kuta – Padang Bay tak berasa. Padang Bay pun dapat dicapai dengan hanya 1,5 jam saja dari Kuta.

Perjalanan Laut Padang Bay – Lembar

Kami tiba di Pelabuhan Ferry Padang Bay pukul 07.30 WIT. Tak sempat berleha-leha di Pelabuhan yang berair jernih itu, setelah berfoto bersama dengan Bro Kodox dan mengucapkan terima-kasih atas segala kebaikannya saat kami menginap di Kuta, kami langsung naik ke atas kapal Ferry KMP Nusa Sejahtera yang akan segera berangkat. Biaya yang harus kami keluarkan untuk 1 unit motor dan 1 penumpang adalah Rp. 105.000,-. Motor kami naik terakhir bersama beberapa motor lain di belakang 2 buah truk dan 1 buah bis. Motor kami pun diikat agar tidak jauh jika ada ombak besar menghantam lambung kapal.

Berfoto bersama Bro Kodox n Bro Andry sesaat sebelum naik Ferry di Padang Bay

Berfoto bersama Bro Kodox n Bro Andry sesaat sebelum naik Ferry di Padang Bay

Menunggu Giliran Masuk ke Perut Kapal Ferry

Menunggu Giliran Masuk ke Perut Kapal Ferry

Silhoette di Pelabuhan Padang Bay

Silhoette di Pelabuhan Padang Bay

Setelah melepas tankbag 7Gear yang berisi barang-barang berharga serta unit GPS, kami pun naik ke dek penumpang. Untuk penumpang sebenarnya terdiri atas 2 dek, dek tertutup yang ber AC serta dek terbuka di bagian belakang (buritan). Masih ada lagi tempat untuk penumpang di bagian atas kedua dek tadi, tapi hanya untuk area observasi saja yang tak beratap. Kami memilih duduk di bagian dek yang terbuka bersama sejumlah penumpang lain karena saat akan duduk di dek dalam yang ber AC, kami terpaksa keluar lagi karena ternyata ruangan penuh dengan asap rokok. Hmmm…..bangsa Indonesia memang harus lebih banyak belajar untuk disiplin menghargai hak orang lain.

Pemandangan Pelabuhan Padang Bay, foto diambil dari atas Ferry

Pemandangan Pelabuhan Padang Bay, foto diambil dari atas Ferry

Pukul 08.05 WIT, KMP Nusa Sejahtera melaut dengan lancar karena gelombang saat itu tidak terlalu besar diiringi cuaca cerah. Di awalnya kami menikmati perjalanan laut ini karena pemandangan di Pelabuhan dan pegunungan di belakangnya begitu mempesona. Namun setelah pemandangan itu semakin lama semakin hilang dan yang ada hanya tinggal pemandangan laut saja, penulis mulai agak bosan. Bagi penulis, inilah perjalanan laut terlama yang pernah penulis lakukan karena melebih waktu tempuh Ketapang – Gilimanuk atau Merak – Bakauheuni. Waktu tempuh normal Padang Bay – lembar adalah 5 jam. Akhirnya meneladani para penumpang lain yang tiduran di dek terbuka itu, penulis pun ikut tiduran di atas bangku penumpang yang banyak kosong. Penulis pun cepat tertidur karena goyangan lembut pada kapal seperti menimang penulis dalam buaian.

Suasana di Kabin Luar Kapal Ferry Nusa Sejahtera

Suasana di Kabin Luar Kapal Ferry Nusa Sejahtera

Selat Lombok dari Jendela Kapal Ferry

Selat Lombok dari Jendela Kapal Ferry

Kernet truk pun terlelap di atas truknya. Waktu penyeberangan yang mendapai 5 jam memberikan waktu istirahat yang cukup

Kernet truk pun terlelap di atas truknya. Waktu penyeberangan yang mendapai 5 jam memberikan waktu istirahat yang cukup

Selanjutnya : Hujan Yang Menyambut Kami di Pelabuhan Lembar

Comments
  1. Arief says:

    Maaf mas bro saya mau nanya kalau berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju pelabuhan Padang Bai pukul 19.00 wita rawan ga ya ? dan medan jalannya sendiri gimana ? makasih sebelumnya mas bro

  2. ardiantoyugo says:

    Wah… Keren banget…!!😎

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s