2Ride7 Jakarta – Lombok : (Kuliner) Sarapan Nasi Balap / Jenggo di Lombok

Posted: June 24, 2012 in Keluarga, Kuliner, Motor, Petualangan, Touring
Tags: , , , ,

“Sarapan….sarapan!!”,

terdengar suara teriakan di pagi hari di homestay di daerah Senggigi- Lombok tempat penulis menginap. Karena penasaran penulis mengintip dari tirai jendela kamar. Sebuah motor bebek keluaran lawas dengan sebuah box plastik di jok belakangnya tanpak nongkrong di depan pintu masuk. Karena perut penulis memang belum terisi apa-apa sejak bangun tadi subuh, maka penulis pun keluar dari kamar dan menghampiri tukang penjaja makanan itu.

Penjual Nasi Djenggo di Senggigi

Penjual Nasi Djenggo di Senggigi

Porsi Sarapan yang Kurang

“Nasi apa pak?” tanya penulis kepada seorang pria paruh baya yang merupakan pedagang makanan sederhana itu.

“Ini nasi Jenggo mas, sebagian orang nyebutnya nasi balap juga” jelas si Bapak. Tangannya sibuk membuka bungkusan kecil yang saat diisi ternyata berisi nasi putih yang di atasnya sudah ditambahkan beberapa panganan sederhana.

“Nasi Jenggo? Kayak nama koboi itu donk?” celetuk penulis. “Kenapa pula disebut nasi balap ya?” tanya penulis penasaran

“Engga tau mas, dari sananya sudah begitu, mungkin karena orang kalo makan nasi ini suka cepet-cepetan….kayak balapan gitu…”jawab si bapak sambil nyengir.

“Ya udah pak, saya pesan satu…” pesan penulis

“Isi empal atau ayam mas?” tanya si Bapak.

“Empal aja pak….pake sambal ya” jawab penulis sambil duduk di kursi yang disediakan di homestay itu

Tak lama kemudian nasi jenggo atau nasi balap pun tersaji. Nasi yang terbungkus kertas nasi ini ternyata campuran berisi beberapa panganan rumahan plus empal atau daging ayam. Porsinya yang sedikit seakan membuat nasi ini cepat habis saat penulis makan dan karena masih lapar maka penulis pun memesannya satu bungkus lagi. Ini mungkin yang menyebabkan nasi ini disebut nasi balap karena seakan-akan kita berlomba menghabiskannya…..

Nasi Djenggo aka Nasi Balap

Nasi Djenggo aka Nasi Balap

Untuk masalah rasa sih tidak terlalu istimewa karena rasanya seperti halnya makanan rumahan biasa saja. Tapi rasa itu memang menjadi cukup lumayan dengan harganya yang murah meriah. Sebungkus nasi jenggo ditambah ayam atau empal kecil harganya Rp. 4.000. cukup murah bukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s