2ride7 Jakarta – Lombok : (Wisata) Ubud, Keselarasan Alam dan Manusia

Posted: May 21, 2012 in Motor, Touring
Tags: , , , , , ,
Keasrian Ubud Di Pagi Hari

Keasrian Ubud Di Pagi Hari

Setelah berpisah dengan Bro Andry di Pelabuhan Padang Bay, penulis langsung tancap gas menuju Ubud. Malam sudah menjelang di daerah yang terkenal dengan hutan Monyetnya ini. Alhasil, penulis pun kesulitan untuk mencari tempat bermalam yang sesuai dengan budget penulis. Namun begitu, sambil mencari penginapan dan meskipun badan ini sudah lelah karena seharian berkendara dari Mataram – Lombok, semangat menikmati Ubud di malam hari tetap dijaga untuk selalu tinggi.

Solidaritas Ala Biker

Di suatu tempat saat penulis berhenti dan asyik mengutak-atik GPS utk mencari lokasi penginapan, tiba-tiba saja sebuah sepeda motor Tiger ber box merah berhenti di depan penulis. Sang pengendara turun dan menyapa dengan ramah. Ternyata seorang rider Tiger dari Bali. Bro Johan namanya. Dia merupakan anggota BTC (Bali Tiger Club) yang berdomisili di Ubud. Hmmm….lagi-lagi penulis mendapatkan keramahan penduduk Bali dan juga mendapatkan solidaritas sesama biker di tanah perantauan. Akhirnya Bro Johan tidak saja menjadi pemandu penulis malam itu, tetapi dia pun mengajak untuk singgah sesaat di warung milik penunggang Honda Tiger tersebut. Wahh….kebetulan perut sudah keroncongan. Setelah perut kenyang, bro Johan pun menawarkan untuk membantu penulis mencari penginapan yang murah namun dengan fasilitas yang memadai. Engga tanggung-tanggung dia membantu penulis. Mantab!……Thanks bro.

Berfoto bersama Bro Johan dari BTC - Ubud, Bali.

Berfoto bersama Bro Johan dari BTC – Ubud, Bali.

Setelah mencari kesana kemari dan bertanya-tanya ke penginapan yang ada, akhirnya penulis mendapatkan sebuah bungalow yang sederhana dan letaknya agak mojok di sebuah gang kecil. Meskipun letaknya agak terpencil, namun jangan salah sangka dulu! Ternyata ruangan sewanya sangat nyaman dan berarsitektur khas Bali. Sampai-sampai penulis tidak mempercayai harga yang harus dibayar untuk menginap di Bungalow itu. “Ubud Terrace Bungalow”, demikian nama bungalow yang penulis tempati. Dengan harga sewa hanya Rp. 150.000,- /malam, benar-benar sebuah rezeki yang tidak terduga bisa menginap di ruangan dengan kenyamanan seperti itu.

Suasana di Ubud Terrace Bungalow

Suasana di Ubud Terrace Bungalow

Suasana di dalam kamar, sederhana tapi sangat nyaman

Suasana di dalam kamar, sederhana tapi sangat nyaman

Sayangnya, penulis tidak bisa berlama-lama ngobrol dengan Bro Johan, karena selain dia harus menjemput biker lain dari Depok, penghuni kamar sebelah sudah berdeham-deham tanda kenyamanannya terganggu. Thanks Bro Johan atas keramahannya. Salam penulis untuk sobat-sobat lain di BTC. Semoga pertemuan kita bisa berlanjut di kemudian hari. Amin.

Menjelajah Ubud

Paginya, setelah semalaman tertidur dengan sangat lelap, penulis terbangun oleh suara kicauan burung. Dengan badan yang serasa masih ingin berbaring, penulis memaksakan diri untuk bangun dan bersiap-siap. Penulis sesuai rencana tadi malam bertekad untuk menjelajah Ubud karena daerah ini terkenal sebagai daerah budaya yang masih cukup kental kebudayaan Balinya. Maka setelah mandi sehingga badan pun terasa segar kembali, penulis pun berjalan ke luar kamar bungalow, namun baru saja keluar dari kamar, kembali penulis tertegun dengan keindahan arsitektur khas Bali di Bungalow itu (keindahan arsitektur rumah di Bali akan dituliskan dalam tulisan terpisah). Setelah mengambil foto di beberapa spot dalam rumah, penulis pun beranjak ke luar bungalow.

Mengambil Foto di depan Ubud Terrace Bungalow

Mengambil Foto di depan Ubud Terrace Bungalow

Keluar dari gang dan berjalan sepanjang jalan Hanoman, penulis pun mengambil arah ke Monkey Forest (hutan monyet). Hutan Monyet Ubud yang juga disebut Mandala Wisata Wenara Wana adalah sebuah cagar alam dan budaya, dimana didalamnya terdapat kompleks Pura yang dikelilingi hutan rimbun. Hutan itu sendiri dihuni oleh sekitar 300an Monyet, sehingga kemudian munculah istilah ‘Monkey Forest’ (tulisan mengenai kunjungan ke Monkey Forest akan dituliskan secara terpisah).

Berjalan Menuju Monkey Forest

Berjalan Menuju Monkey Forest

Karena hari semakin siang sedangkan beberapa daerah masih harus penulis kunjungi, maka penulis pun kembali ke Bungalow meskipun rasanya masih enggan untuk meninggalkan Ubud. Namun sebelumnya penulis sempat mampir ke sebuah toko yang menjual berbagai perhiasan dari Perak khas Bali. Hmmm….harus beli nih beberapa perhiasan untuk keluarga di rumah😀

Perhiasan Perak Khas Bali

Perhiasan Perak Khas Bali

Rencana selanjutnya penulis berencana berkendara ke Kintamani, Istana Tampak Siring dan Besakih. Jika memungkinkan penulis pun ingin mengujungi Bedugul, Seminyak, Tanah Lot dan Garuda Wisnu Kencana. Semoga perjalanan ini cukup waktunya dan cuaca cerah.

Thanks utk temen2 yg selalu support.

Salam Indonesia Raya…..

Comments
  1. johan syah says:

    wah..wah…sayang pertemuan kita amat sangat singkat sungguh menyesal saya tidak bisa menemani kang one saat itu,tp setelah ngebaca artikel diatas ada untungnya juga saya tinggalin krn kang one sudah nampak lelah….wkwkwkwk
    tp ada yg kurang kang….poto narsis kita blom kliatan nih…di tunggu lho bebzz ;-)….

  2. Ari says:

    Dari day 1 kok langsung loncat ke day 5 ???

  3. bodats says:

    tetap semangat ne!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s