“Are you architect? You have a great handwriting!”

Posted: February 7, 2014 in Arsitektur, Keluarga, Resensi
Tags: , , , ,

“This is yours?”

“Yes. It’s mine, Sir.”

“Are you architect?”

“Not really, anything wrong sir?”

“No, everything is great. But I just look at your handwriting on this paper. I’m sure, you are Architect cos you have a great handwriting!”

Begitu kurang lebih percakapan penulis dengan seorang bule yang merupakan salah satu tenaga ahli expatriat yang dipekerjakan di kantor tempat penulis bekerja. Dia secara tidak sengaja berjalan di samping cubicle penulis dan melihat sebuah risalah meeting yang penulis buat sebagai minutes of meeting di sebuah proyek luar kota. Sejenak dia tertegun melihat kertas itu dan terjadilah percakapan di atas.

lease line & wiremesh_4-001Perkataan dari si bule bagi penulis secara tidak langsung mungkin sebuah pujian. Pujian atas tulisan tangan penulis yang kata banyak orang memang cukup teratur dan rapi. Tapi apakah benar-benar rapi? entahlah. Bagi penulis yang melakukannya setiap hari sepertinya biasa-biasa saja. Untuk seorang yang merupakan lulusan jurusan teknik arsitektur, merangkai huruf kapital yang rapi adalah sebuah keharusan dalam menulis, terutama saat memberikan keterangan di dalam sebuah gambar yang dibuat secara manual. Benarkah begitu?

Lalu, apakah seorang lulusan arsitek harus punya tulisan dan tarikan garis yang rapi & bagus?

outdoor cantilever 1-001

Sebuah pertanyaan yang menggoda! Karena patut disayangkan bahwa sekarang ini jika kita mau jujur, akan sulit ditemukan seorang sarjana lulusan jurusan teknik arsitektur memiliki tulisan yang rapi atau tarikan garis yang khas. Hal ini tidak lepas dari program pengajaran perkuliahan di jurusan arsitektur pada kampus-kampus (bahkan di kampus yang bonafid sekali pun) yang menitik beratkan pada kemampuan mahasiswanya dalam menggambar secara instant dengan peralatan digital dibanding dengan teknik manual.

Para dosen pun nampaknya lebih focus pada menerapkan pola pikir yang simple dalam mempresentasikan produk arsitektur kepada anak didiknya, termasuk dalam mengajarkan kemampuan teknik menggambar. Akibatnya, kemampuan menggambar secara manual (freehand) pun dianggap menjadi kurang penting dan ‘menjual’. Bahkan kesadaran untuk memiliki tarikan garis yang bagus dan terukur atau memiliki tulisan tangan yang khas ‘arsitek’ pun sudah tidak menjadi kewajiban lagi di kalangan lulusan jurusan arsitektur.

dog house detail_3-001 parapet caping on roof_2-001

Penulis bersyukur bahwa saat penulis mengikuti pendidikan formal di STM (Sekarang SMK) masih diajarkan teknik menggambar secara manual dengan sangat mendalam (dan juga tentunya menulis teknik). Sehingga saat penulis melanjutkan kuliah di jurusan Arsitektur dan kini bekerja di perusahaan yang sesuai dengan bidang dan keahlian penulis, masalah menggambar dengan tangan dan menulis dengan rapi sudah tidak asing lagi. Dan tak heran jika suatu saat mendengar perkataan seorang teman kerja penulis yang juga sama-sama lulusan jurusan arsitektur :

“Pak, ini tulisan tangan bapak ya?” katanya sambil melihat sebuah gambar freehand milik penulis.

“Lha, iya lah. Masa’ tulisan orang lain?” kata penulis sambil nyengir.

“Aduh pak! tulisan tangannya jangan bagus-bagus, saya jadi engga enak karena tulisan saya jadi keliatan jelek banget”

Dan penulis pun hanya bisa tertawa.

“Alhamdulillah…..” syukur penulis.

back spandrel 1_2-001

Adalah sebuah kebanggaan jika orang lain bisa menilai profesi kita atau kuliah dari jurusan apa dari tulisan tangannya. Itu lah jati diri dan kebanggaan kita sebagai seseorang yang merupakan lulusan dari jurusan arsitektur. Ada benarnya kata orang bijak : karakter seseorang bisa dilihat dari tulisan tangannya.

“I PROUD TO BE ARCHITECT”

Jakarta, 06 February 2014

Comments
  1. Iksa says:

    Orang bule memang dibiasakan memuji ya … kalau kita?

    • Adnan Sukmana P. says:

      Mantapp om.. asli rapi banget, ajarin om biar tulisan kapitalnya bisa rapih, masa udah mahasiswa arsitek semester akhir tulisannya masih gak berkarakter. nanti tukeran deh tak ajarin main keyboard, mau dangdut, koplo, campur sari, pop, atau sundaan juga boleh hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s