Kuliner : Tempat Kecil, Rasa Dahsyat! (#01)

Posted: March 18, 2011 in Keluarga, Kuliner, Others
Tags: , , , ,

Setiap orang punya penilaian yang berbeda tentang citarasa suatu jajanan kuliner. Banyak faktor yang bisa jadi pencetusnya. Lalu apakah citarasa suatu jajanan kuliner bisa dipengaruhi oleh lokasi dimana jajanan itu disajikan? Bisa jadi ya, tergantung dari strata sosial sang pencicip rasa. Jika pembaca mengharapkan tempat jajanan yang besar, tentunya akan merasa tidak cocok dengan tulisan penulis di bawah ini. Tapi jika lokasi jajanan bukanlah suatu masalah, maka inilah beberapa tempat jajanan kuliner di area Halim – Jakarta Timur, yang dari ukuran tempat berjualannya relatif sederhana dankecil, tapi masalah citarasa jajanan yang disajikan menurut penulis tidaklah kalah dengan jajanan yang disajikan di restoran-restoran yang sudah ternama.

1.  Ayam Bakar Teteh Khas Bandung, Halim – Jakarta Timur.

Sangat aneh melihat sebuah kios kecil berukuran 2 x 3 meter dipenuhi para pengunjung yang ingin membeli ayam bakar khas Bandung. Tapi itulah kenyataan yang dijumpai setiap hari, khususnya di sore hingga malam hari. Orang yang berniat membeli ayam bakar di kios itu harus sabar untuk mengantri, baik yang akan memakan masakannya langsung di kios kecil itu, maupun yang berniat membawanya ke rumah.

Pelanggan yang akan memakan di tempat, harus rela duduk di bangku-bangku kecil berdesak-desakan serta menghirup asap bakaran yang dengan leluasa masuk ke dalam kios. Bagaimana tidak, pembakaran ayam diletakkan persis di kiri kanan pintu masuk kios sehingga asap pun bisa masuk jika ada angin yang berhembus. Sedangkan pelanggan yang memesan untuk dibawa pulang, juga harus bersabar mengantri dilayani. Sebagian lagi memilih menunggu di luar menjauh dari kios karena asap pembakaran ayam benar-benar membuat mata pedih. Menurut Teteh (bahasa sunda, yang berarti ‘mbak’, pen.), demikian penulis menyebut wanita berumur 40-an pemilik kios ini, dia sudah berdagang ayam bakar di lokasi ini sejak 2004. Meskipun saat ini dia masih mengontrak di kios di tempatnya berjualan sekarang ini, tapi tidak mengurangi pelanggan yang berniat membeli ayam bakarnya.

Kios 'Teteh - Ayam Bakar Bandung' yang sederhana
Kios ‘Teteh – Ayam Bakar Bandung’ yang sederhana
Ayam dibakar secara tradisional

Ayam dibakar secara tradisional

Lalu apa yang istimewa dari ayam bakar ‘Teteh Halim’ ini?

Selain rasa ayam bakarnya yang memang gurih, ternyata rasa sambalnya yang berbeda dengan daging ayam bakar kebanyakan. Rasa gurih daging ayam bakar didapat dari proses pematangan daging  ayam sebelum dibakar, dimana daging ayam mentah dikukus dengan bumbu-bumbu tertentu, sehingga saat dibakar, daging ayam sebenarnya sudah matang dan empuk. Bahan daging ayam pun berasal dari ayam hidup yang dipesan khusus dari peternak ayam serta disembelih sendiri sehingga daging ayam dijamin lebih segar. Saat daging ayam dibakar, beberapa bumbu telah disiapkan. Yang penulis tahu, ramuan wajib ayam bakar sudah pasti ada seperti kecap dan mentega. Selebihnya semacam ‘bumbu tertentu yang rahasia’ lagi. Saat proses pembakaran, angin pembakaran berasal dari kipas angin kecil serta kipasan angin secara tradisional dari ‘hihid’ (alat pengibas angin yang terbuat dari bambu, pen.) yang dikipaskan oleh sang juru bakar yang salah satunya adalah suami si Teteh sendiri. Sedangkan untuk masalah sambal, setiap kita memesan ayam bakar akan diberikan 2 macam sambal. sambal pertama adalah sambal rawit. Sedangkan sambal kedua adalah sambal terasi goreng. Kedua-duanya sangat ‘dahsyat’ rasa pedasnya sehingga rasanya lidah seperti terbakar. Jadi untuk yang tidak kuat akan masakan pedas, disarankan mencicipi sambal ini sedikit saja dulu, tapi dijamin ketagihan.

Ayam bakar yang dipesan untuk dimakan di rumah
Ayam bakar yang dipesan untuk dimakan di rumah
Dua Macam Sambal : Sambal Rawit & Sambal Terasi

Dua Macam Sambal : Sambal Rawit & Sambal Terasi

Perihal harga, menurut penulis masih relatif murah. Untuk satu ekor ayam bakar, dihargai Rp. 35.00o/ekor. Belum termasuk nasi tapi sudah termasuk sambal dan lalapan segar. Setiap harinya, sekitar 50 ekor daging ayam bakar habis terjual di kios ini. Luar biasa!

Bersambung : Mie Ayam Kota – Pinang Ranti, Jakarta Timur.

Comments
  1. namira says:

    Pak, ini alamatnya dmana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s