Management Proyek Perbaikan Jalan yang Tolol!

Posted: October 27, 2011 in Keluarga, Others
Tags: , , , ,

“Aduh, saya harus lewat mana ini?” keluh seorang ibu yang motornya dipenuhi barang belanjaan dari pasar tradisional. Wajahnya mencerminkan kelelahan, kekesalan sekaligus kebingungan. Di belakang si ibu, berjejer kendaraan lain, mulai dari ibu/bapak yang akan mengantar anaknya ke sekolah, para ayah yang akan ngantor, para tukang ojek yang mengantar langganannya, hingga angkot yang berjubel dengan penumpang yang mayoritas pekerja kantoran dan pelajar. Semuanya memandang ke arah yang sama : Jalan yang terblokir di depan mereka karena terdapat pekerjaan cor beton di KEDUA SISINYA

Jalan umum yang terblokir perbaikan cor beton

Jalan umum yang terblokir perbaikan cor beton

Itulah gambaran yang penulis dapatkan pagi ini saat akan melewati jalan Pasar Kecapi dari arah Pondok Gede. Jalan yang setiap pagi ramai lalu lintasnya ini merupakan jalan penghubung beberapa perumahan cukup besar dan warga sekitar kelurahan Jatiwarna Kecamatan Pondok Melati – Kodya Bekasi. Dan jalan itu saat ini sedang diperbaiki dengan cara betonisasi.

Pada dasarnya, warga yang bermukim di daerah itu sangat senang dengan adanya perbaikan jalan ini (meskipun menurut penulis, perbaikan ini timingnya cukup terlambat mengingat jalan itu sudah rusak lama dan membahayakan pengguna jalan). Dan seperti ‘harus’ dimaklumi pula, perbaikan jalan dilaksanakan di akhir tahun dan di musim penghujan yang tentunya tidak pas untuk memulai pekerjaan konstruksi. Hal ini mencerminkan upaya dinas terkait untuk menghabiskan dana anggaran 2011 di akhir tahun :p. Tapi sekali lagi warga harus maklum dan cukup senang dengan adanya perbaikan jalan ini.

Para pengguna jalan yang terpaksa harus memutar balik. Warga setempat berinisiatif memblokir jalan dan menginformasikan jalan alternatif yang memutar jauh

Para pengguna jalan yang terpaksa harus memutar balik. Warga setempat berinisiatif memblokir jalan dan menginformasikan jalan alternatif yang memutar jauh

Yang menjadi masalah adalah tata cara perbaikan jalannya. Biasanya, sistem betonisasi seperti ini dibuat secara bertahap dengan cara dicor per sisi atau per bagian, tidak langsung di kedua sisi. Hal ini harus dilakukan agar arus lalu lintas dari kedua sisi tetap bisa berjalan meskipun harus antri dan harus bergantian melaluinya. Selama ini, kita harus sabar jika lalu lintas ‘sedikit’ macet dengan adanya perbaikan jalan seperti ini. Tapi kesabaran seperti itu rasanya tidak beralasan jika melihat hal yang penulis temukan pagi ini di lokasi itu.

Dengan kondisi di atas, memang pada akhirnya kita ‘dipaksa’ harus menunggu agar bisa melalui jalan itu. Sebagai informasi, sebuah pekerjaan betonisasi jalan jika ingin menghasilkan jalan beton yang baik minimum 7 hari tidak boleh dilewati beban berat. Bahkan untuk bangunan bertingkat, konstruksi beton tidak boleh dibebani minimun 21 hari sejak pengecoran. Jadi, setidaknya warga harus bersabar mencari jalan tikus atau mencari alternatif jalan lain yang lebih jauh, minimal dalam 7 hari berikutnya.

Bagi penulis, ini adalah sebuah (maaf) ketololan yang mendasar dari pelaksana proyek perbaikan jalan, yang diamini oleh pengawas pekerjaan perbaikan jalan ini. Ini juga menandakan dinas terkait yang bertanggung jawab dalam masalah perbaikan ini tidak melaksanakan kinerja yang baik dan bekerja hanya sesuai batas kewajiban tanpa melihat berbagai faktor lain yang terkait. Inikah pertanda ketidak becusan manajemen pemerintah daerah, dari mulai hulu (pemkot Bekasi) hingga hilir (Dinas ? Karena selain hal di atas pun, masih banyak pekerjaan infrastruktur di kotamadya Bekasi yang tak diurus.

HH – 27 Okt 2011

Comments
  1. bolang_palas says:

    terus gue harus bilang wow gitu??? lu pernah di dunia proyek gak mas bro?? liat jalan itu? itu hanya bisa untuk satu mobil? lihat pengerjaannya, kalau pun menggunakan metode ready mix, tentu untuk efektifnya memang harus langsung keseluruhan, tapi kalopun pengecorannya manual, bisa kita buat sebelah, atau satu sisi pengecorannya, berdasarkan pengalaman kerja seperti itu, jadi intinya lebar jalan mempengaruhi metode kerjanya. paham kah?

    • Itu jalan 2 jalur mas. Artinya bisa dikerjakan secara bertahap perjalur. Masing-masing jalur lebarnya kurang lebih 3 meter (di luar bahu jalan). Sebenarnya engga masalah mau dicor langsung 2 jalur, tapi seperti yang saya tulis, harus ada sosialisasinya dulu atau paling tidak direncanakan jalur alternatif terbaiknya bekerja sama dengan pemerintah setempat. Lalu ada petugas yang memandu agar kendaraan yang terlanjur mau melintas tidak kebingungan dan akhirnya timbul kemacetan panjang. Saya sudah bergelut di proyek-proyek besar dari tahun 1992 sampe sekarang. Makanya saya bisa berkomentar seperti itu😀.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s