2ride7 Jakarta – Lombok : (Wisata) Perjalanan Menuju Agungnya Pura Besakih (1)

Posted: May 23, 2012 in Arsitektur, Motor, Petualangan, Touring
Tags: , , , , , , , ,
Pura Besakih, Gerbang menuju Gunung Agung

Pura Besakih, Gerbang menuju Gunung Agung

Kunjungan ke Istana Tampak Siring rasanya kurang memberikan warna dalam perjalanan penulis di Bali. Mungkin karena penulis tidak bisa masuk dan merekam bagian dalam Istana tersebut. Tapi penulis mau tak mau harus maklum karena walau bagaimana pun hal itu sudah menjadi prosedur keamanan yang terbaik yang diterapkan di lokasi-lokasi vital milik negara. Tapi Penulis belum tahu, apakah ada acara ‘open house’ di istana itu di saat-saat tertentu? Masih harus dicari lagi sumbernya.

Selanjutnya, target perjalanan penulis hari itu (21 Mei 20l2) adalah Pura Besakih. Selepas asyar di Tampak Siring, penulis memacu kendaraan kembali ke arah Kintamani. Pak Astrawan, anggota Polisi Militer yang bertugas di istana Tampak Siring memberikan info bahwa dari Tampak Siring ke Pura Besakih hanya membutuhkan waktu 30 menit. Jaraknya sekitar 17km. Hmmm…cukup dekat pikir penulis. Tapi ternyata……

Horor Menuju Besakih

Kembali menuju ke arah Kintamani dari Tampak siring memberikan arti bahwa penulis harus melakukan perjalanan mendaki jalanan naik dataran tinggi lagi. Tapi untunglah, selain jalan yang mulus juga jalanan kala itu relatif sepi selain itu tidak ada masalah dengan motor tunggangan penulis. Semua berjalan aman dan lancar.

Memang benar kata orang, perjalanan balik biasanya lebih cepat dari perjalanan pergi. Itu pun dirasakan penulis. Tak sampai dari setengah jam, penulis sudah sampai di pertigaan menuju Kintamani dan pura Besakih. Penulis sempat bingung, setengah jam baru sampai Kintamani, lalu berapa jam lagi menuju ke Pura Besakih?

Gunung & Danau Batur dari atas ketinggian jalan menuju Pura Besakih

Gunung & Danau Batur dari atas ketinggian jalan menuju Pura Besakih

Karena ragu, penulis sempat menanyakan ke penduduk setempat jalan menuju ke arah Pura Besakih. Ternyata menuju ke pura Besakih dari arah Kintamani hanya berupa jalan sempit yang muat pas 2 mobil kecil dan menembus hutan tropis yang cukup rapat dan gelap. Hawa dingin terasa menusuk karena matahari terhalang masuk. Terkadang di sisi kanan jalan langsung berhadapan dengan jurang yang dibawahnya tak lain adalah danau Batur. Jalan yang dilalui penulis masih cukup jarang dilalui kendaraan, tapi kondisi aspalnya masih cukup mulus. Hmmmm……Bagaimana saat perjalanan pulang nanti ya? yang tentunya keadaan jalan akan lebih sepi dan lebih lebih gelap lagi karena tentunya sudah malam hari?

Penulis tidak mau berpikir lama. Mengesampingkan hal-hal mistis dan horor yang selintas muncul, penulis menyusuri jalan di atas perbukitan Danau Batur ini. Di sebelah kiri jalan, pemandangan Danau Batur yang indah di bagian bawah dengan latar belakang gunung Batur yang tandus menjadi penghibur di perjalanan. Semakin mendekati arah Pura Besakih, rumah penduduk mulai banyak terlihat meskipun jaraknya masih berjauhan. Beberapa ladang perkebunan yang subur juga tampak di beberapa tempat sehingga menyejukkan mata. Sempat tergoda untuk membuka tenda dan camping di sana. Tapi sebelum target diselesaikan, maka hal itu harus dikesampingkan dulu.

Alone......

Alone……

Semakin lama, gunung Agung semakin terlihat dari sela-sela rimbunnya pohon-pohon tropis yang rapat. Luar biasa indahnya. Jalanan masih berliku-liku tapi kondisinya semakin mulus meskipun tetap agak sempit. Rumah penduduk sekitar mulai terlihat semakin banyak di beberapa spot perkampungan. Untungnya petunjuk jalan ke arah Pura Besakih cukup jelas sehingga penulis tidak harus sampai bertanya-tanya ke penduduk lokal dan hanya mengandalkan GPS yang terpasang di motor penulis.

Perjalanan tak terasa sudah hampir satu jam, ketika akhirnya motor penulis sampai di pertigaan ke Besakih dan kota kecamatan Klungkung. Tak terasa kurang lebih 32 km jarak yang harus ditempuh dari Kintamani ke arah Besakih. Melewati pertigaan itu, kembali penulis harus masuk hutan yang gelap dan jalan yang berliku-liku. Karena sore sudah semakin larut, suasana pun semakin remang-remang. Untungnya kendaraan masih terlihat satu dua yang berpapasan.

Kompleks Pura Besakih - Bali

Kompleks Pura Besakih – Bali

Sore di Besakih

Tak sampai 15 menit kemudian, gerbang menuju Pura Besakih pun terlihat. Sebuah loket masuk yang berada di sebelah kiri jalan saat itu sudah kosong melompong tanpa penjagaan. Mungkin karena sudah sore hari dan pengunjung dianggap sudah tidak akan ada lagi. Sebuah areal parkir bus yang cukup luas juga terlihat di sebelah kiri gapura. Dari gapura tersebut, jalanan terpisah menjadi 2 jalur yang dipisahkan oleh median taman yang cukup lebar. Di kedua sisi jalan itu berjejer toko-toko cindera mata dan kerajinan khas Bali dan tentu saja khas Desa Besakih. Ternyata jalanan yang menanjak ini cukup jauh jaraknya menuju Pura Besakih. Konon jika sedang ada upacara adat, para pengunjung harus memarkir kendaraan di area parkir di dekat gapura, lalu mereka harus berjalan kaki menuju Pura Besakih yang jaraknya cukup jauh dan menanjak ini. Sebuah usaha untuk menjaga ketertiban upacara adat.

Nasib baik menaungi Penulis karena tidak perlu menyimpan kendaraan di bawah. Tapi penulis bisa membawa motor penulis hingga tangga masuk ke Pura Besakih. Hanya 2 kata yang bisa penulis sebutkan saat penulis melihat tampak depan dari Pura terbesar di Bali itu : LUAR BIASA!

Bagaimana keluar biasaan bangunan ini? Akan penulis laporkan di Ride Report selanjutnya.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Comments
  1. Emang ada tulisan gw yang gunung Gede ya?😛

  2. alexsetia says:

    Maksudnya gunung Agung kali yah bukan gunung gede……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s