CamelBack : Tas Penampung Air Yang Praktis Untuk Pecinta Touring

Posted: February 4, 2014 in Motor, Petualangan, Touring
Tags: , , ,

Seringkali para petualang dengan bermotor melupakan satu hal yang sangat penting dalam melakukan perjalanan jarak jauh : MINUM. Padahal minum adalah salah satu faktor penunjang hidup bagi setiap manusia, sehingga perannya benar-benar sangat penting. Terlebih bagi para rider yang bisa berkendara tanpa henti hingga berjam-jam.

Aktifitas menambah cairan ke dalam tubuh ini seakan dinomor dua kan oleh para rider yang dalam target sampai di sebuah tujuan dengan waktu tertentu. Hal ini dikarenakan aktifitas minum bisa berarti : berhenti dari berkendara dan turun serta merogoh tas/box untuk mengambil botol minum yang telah disimpan sebelumnya. Jika kebetulan kita di awal tidak mempersiapkannya, berarti kita harus berhenti di warung warung terdekat yang menjual minuman ini bukan? Lalu bagaimana menyiasati agar kita bisa tetap minum sambil berkendara? (Meskipun disarankan saat minum tetap berhenti untuk alasan safety).

Solusi yang terpraktis adalah : CAMELBACK. Alat yang berupa tas punggung kecil dan ramping berisi penampung air ini (water container) sebenarnya sudah lama dipakai oleh para petualang dengan sepeda gunung (Mountain Bike). Namun sekarang cukup banyak para rider yang juga memanfaatkan alat ini dengan tujuan yang sama : minum dengan simple dan praktis.

 IMG-20120203-01291

IMG-20120203-01290

Container

         Camelback Merk REI dan Water Container Merk EIGER

CAMELBACK ini mendapat ide dari keistimewaan binatang Unta yang mampu menyimpan air dalam tubuhnya untuk digunakan sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan. Karena manusia tidak mempunyai keistimewaan menyimpan cairan seperti unta😀, maka diciptakanlah tas yang berfungsi sama dan diberikan nama berdasarkan ide awalnya (Unta = Camel, Ingg). Untuk memudahkan penggunaanya, CAMELBACK memiliki selang plastic yang cukup panjang. Selang ini keluar dari tas punggung melalui sebuah celah kecil dan menjulur hingga ke depan dada. Dengan demikian setiap saat kita ingin minum, tinggal meraihnya dan menyedotnya. Untuk menghindari kotoran dan air tumpah, maka pada ujung sedotan ini dipasang penutup yang menyatu dengan mekanisme anti bocor (pengunci).

Di pasaran, sudah cukup banyak produsen-produsen peralatan outdoor yang memproduksi tas ini. Untuk dalam negeri, merk REI dan EIGER sudah cukup baik. Model-model tas sudah dibuat menarik dan daya tampungnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Saat penulis membeli CAMELBACK untuk tujuan touring ke Bali dan Lombok beberapa waktu lalu, maka terdapat 2 pilihan. Untuk segi harga maka merk REI adalah pilihan yang ekonomis. Desain tasnya pun cukup baik dengan warna yang menarik. Selain itu didalamnya sudah termasuk water container meskipun dengan desain yang standar saja. Untuk CAMELBACK dengan harga yang sedikit lebih tinggi, merk EIGER memberikan opsi dan kualitas yang berbeda, meskipun ternyata di dalam tasnya belum termasuk water container (dijual terpisah). Namun jika akhirnya kita membeli Water Container merk EIGER, maka kita bisa melihat bahwa kualitasnya jauh lebih baik dan lebih higienis dibanding merk REI.

 RSCN0634

 Camelback saat digunakan

Beberapa saran buat pengguna CAMELBACK :

  1. Sebaiknya berhenti berkendara saat minum dengan menggunakan CAMELBACK. Walau bagaimana pun, aktifitas minum saat berkendara adalah aktifitas yang beresiko karena mengurangi konsentrasi saat berkendara.
  2. Gunakan hanya air putih/air mineral dalam container. Karena jika kita memasukkan cairan lain yang berbau dan berasa (Minuman bersoda, minuman rasa buah, dll), maka kita harus segera mengurasnya segera setelah digunakan, karena baunya akan sulit hilang dari Water Container yang terbuat dari karet sintetis ini.
  3. Gunakan kapasitas Water Container yang tidak terlalu besar. Lebih baik kita sering-sering mengisinya daripada menggunakan air yang sama dengan waktu yang lama. Sehingga dengan demikian air di dalamnya bisa sering terganti.
  4. Cucilah water container setiap kita selesai menggunakannya. Cukup masukkan air hangat ke dalamnya (untuk water container yang berkualitas baik bisa menggunakan air panas) dan mengocok-ngocoknya beberapa saat. Lalu balikkan container sehingga air bisa keluar dengan alami.

Semoga bermanfaat.

Jakarta, 04 February 2014

Comments
  1. rama says:

    jadi pengen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s