Refleksi Perjalanan Youk Tanzil dalam The Ring of Fire Adventure – Tahap 1

Posted: August 9, 2011 in Motor, Petualangan, Touring
Tags: , , , ,

Berawal dari ajakan sahabat penulis, Bro Andry Berlianto yang juga seorang bloger sekaligus praktisi petualangan bermotor dan pemerhati keselamatan berkendara, beberapa hari yang lalu Penulis diajak untuk menemui seorang lelaki yang akhir-akhir ini menjadi berita di berbagai media masa (dan terakhir di acara Kick Andy – Metro TV) karena tekadnya untuk menyelusuri berbagai pelosok daerah di Indonesia dengan menggunakan sepeda motor. Lelaki itu adalah YOUK TANZIL.

Ring of Fire Adventure

Ring of Fire Adventure

Om Youk (58 tahun), demikian penulis memanggilnya  dan anak laki-lakinya : Giovanni Tanzil (19 tahun) beserta tim pendukung (keseluruhan terdiri atas 5 motor dan 2 mobil) dengan mengusung nama ‘The Ring of Fire Adventure’ atau disingkat RoF baru saja merampungkan perjalanan bermotor tahap I (Kupang – Jakarta) dengan total jarak tempuh lebih dari 2000km. Perjalanan ini merupakan rangkaian dari 5 tahap petualangan mengelilingi Indonesia dengan menggunakan sepeda motor. Perjalanan bertualang bapak dan anak yang bertajuk “We are many, We are IndONEsia” ini disponsori oleh beberapa perusahaan besar ini yang mensupport penuh perjalanan ini. Diantaranya adalah KAWASAKI, TOYOTA,  PANASONIC, EIGER, dan RESPIRO. Maksud dari perjalanan ini tak lain adalah sebuah usaha mengenal dan merasakan secara langsung keaneka-ragaman budaya dan potensi pariwisata alam negeri ini. Berikut ini adalah catatan percakapan penulis dengan beliau.

Matahari bersinar terik menyisakan debu-debu yang beterbangan di seluruh penjuru jalan. Musim kemarau nampaknya sedang berada di titik kulminasinya sehingga rasanya seluruh benda yang terjangkau oleh sinar matahari pun akan terasa terpanggang. Penulis bersama Bro Andry menyusuri jalan Mampang dari arah Kuningan yang siang itu cukup lenggang. Sebelum memasuki jalan TB SImatupang, penulis dan Bro Andry berbalik arah dan sekitar 100 meter kemudian masuk ke sebuah jalan kecil. Di ujung jalan itu, tak lebih dari 50 meter, sebuah gerbang pagar yang cukup tinggi membatasi sebuah rumah bergaya tropis klasik yang berdiri megah di belakangnya. Sebuah rumah yang nyaman dengan halaman yang cukup luas dan rindang dengan berbagai pepohonan.

Tak menunggu lama, penulis dan Bro Andry masuk ke halaman rumah itu. Sebuah mobil TOYOTA HI-LUX dengan tulisan “The Ring of Fire Adventure” yang mencolok terlihat diparkir di halaman yang luas itu. Di ujung halaman, di sebuah garasi, terdapat mobil lain yang bertuliskan senada. Pada saat penulis memarkir kendaraan ke garasi yang ditempati mobil kedua itu, ternyata garasi yang cukup lapang karena mampu memuat 4 mobil sekaligus itu pun menjadi tempat nongkrong 5 motor KAWASAKi D-Tracker 250cc, yang beberapa hari sebelumnya dipajang di acara KICK ANDY – Metro TV. Motor itulah yang digunakan oleh tim RoF menyusuri jalan dari Kupang ke Jakarta dalam rangkaian ‘The Ring of Fire Adventure’. Wow!

Salah satu mobil Ring of Fire (foto by Andry Berlianto)

Salah satu mobil Ring of Fire (foto by Andry Berlianto)

Deretan motor The Ring of Fire Adventure (foto by Andry Berlianto)

Deretan motor The Ring of Fire Adventure (foto by Andry Berlianto)

Setelah memarkir kendaraan, kami pun berjalan ke lantai 2 garasi itu yang ternyata merupakan kantor perusahaan data internet milik Om Youk dan juga basecamp tim RoF. Di ujung tangga menuju kantor itulah terletak ruang kerja Om Youk. Ruangan bercat biru dengan jendela yang besar menghadap ke halaman. Ruangan itu penuh dengan peralatan media dan presentasi serta beberapa pernik-pernik bertualang. Sebuah replica lukisan Leonardo Da Vinci bergambar 2 tangan menjadi background meja kerjanya yang besar. Di ruangan itu, kami langsung disambut dengan antusias oleh tuan rumah, Pak Youk Tanzil dan Mas Andrew, selaku Manager tim RoF.

Kesan pertama yang penulis rasakan saat berkenalan dan berbincang-bincang dengan Om Youk adalah : seorang lelaki yang cerdas, bersemangat, lugas dan teliti, tapi sekaligus ramah. Lelaki kelahiran 13 Maret 1953 yang terlihat lebih muda dari usia sebenarnya ini benar-benar antusias membicarakan perjalanannya baru-baru ini dari Kupang ke Jakarta. Tak banyak detail perjalanan yang diceritakannya (dan rasanya penulis tak terlalu perlu mengorek terlalu dalam hal tersebut karena cerita tentang perjalanan Om Youk dan tim RoF sudah beredar di berbagai media massa). Justru yang dibicararakan dengan  tidak sungkan-sungkan adalah refleksi perjalanan yang menjadi concernnya dalam  rangka persiapan menjelang tahap berikut dari RoF.

Side Box Allumunium yang dipasang di Kawasaki D-Tracker 250cc (foto by Andry Berlianto)

Side Box Allumunium yang dipasang di Kawasaki D-Tracker 250cc (foto by Andry Berlianto)

Dengan kaki yang sedikit pincang akibat patah tulang dalam kecelakaan RoF di tahap pertama, Om Youk dengan bersemangat memperlihatkan berbagai peralatan pendukung yang mumpuni dan canggih yang digunakan oleh tim RoF. Ditentengnya Side Box Alluminium Custom buatan anak negeri yang dipasang di Kawasaki D-Tracker 250cc. Box Allumunium yang demikian kokoh buatannya terlihat penyok akibat kecelakaan tempo hari (side box ini belum dipasarkan di Indonesia). Bisa dibayangkan bagaimana kerasnya kecelakaan yang menimpa Om Youk saat itu. Menyusul kemudian diperlihatkannya beberapa gadget yang waterproof dan shockproof seperti Laptop keluaran Panasonic type Toughbook (konon laptop ini hanya ada 2 di Indonesia, salah satunya milik para pengawal SBY), Camera saku 12MP buatan Lumix, GPS Garmin type NUVI dan camera COUNTUR yang bisa dipasang di helm. Mantab!

Laptop Panasonic Toughbook (foto by Andry Berlianto)

Laptop Panasonic Toughbook (foto by Andry Berlianto)

Versi lain dari Laptop Panasonic Toughbook yang lebih ringkas dan ringan (foto by Andry Berlianto)

Versi lain dari Laptop Panasonic Toughbook yang lebih ringkas dan ringan (foto by Andry Berlianto)

Camera Countur yang cameranya bisa di rotate lebih dari 180 derajat (foto by Andry Berlianto)

Camera Countur yang cameranya bisa di rotate lebih dari 180 derajat (foto by Andry Berlianto)

Maka selanjutnya pembicaraan kami pun akhirnya melipir ke arah hal-hal yang bersifat teknis, terutama tentang persiapan dan perlengkapan perjalanan RoF tahap berikutnya. Karena pada dasarnya penulis adalah penyuka perjalanan jarak jauh dengan bermotor, tentunya pembicaraan kami pun menjadi klop dan berlangsung hangat. Berbagai kendala yang dihadapi Om Youk selama perjalanan juga dibahas dengan kemungkinan-kemungkinan perbaikan dan penggantian alat untuk persiapan perjalanan tahap selanjutnya ke daerah Sulawesi. Tak luput dari perhatiannya adalah berbagai strategi publikasi melalui berbagai media agar ekspedisi ini mendapat perhatian lebih besar dan bermanfaat dari para pecinta traveling dalam negeri. Hal ini menjadi concern yang sangat diperhatikan karena Om Youk merasakan publikasi RoF di tahap pertama kurang maksimal, padahal Om Youk adalah salah satu tokoh media di Indonesia!

Menyaksikan tayangan RoF Weekly Report berkualitas Blue Ray (foto by Andry Berlianto)

Menyaksikan tayangan RoF Weekly Report berkualitas Blue Ray (foto by Andry Berlianto)

Di akhir pembicaraan yang tak terasa telah berlangsung hampir 3 Jam, Penulis disuguhi tayangan episode 1 – Weekly Report dari RoF. Weekly Report ini sedianya hanya ditunjukkan untuk perusahaan sponsor RoF. Tayangan berkualitas Blue Ray yang berdurasi 10 menit ini, terus terang membuat bulu kuduk penulis berdiri, saat melihat berbagai pemandangan dari berbagai tempat di sepanjang rute Kupang – Jakarta yang begitu beragam dan begitu indah. Weekly report ini diiringi Ilustrasi music yang sengaja dipesan dari Harmony Orchestra di Cina dan Sydney, agar hasilnya  maksimal. Dari tayangan itu, kita sebagai bagian dari Indonesia harus berbangga dengan kekayaan alam negeri ini dan harus berusaha menjaganya agar tetap lestari hingga dapat diwariskan ke anak cucu kita dengan sebaik-baiknya.

Berfoto bersama Om Youk Tanzil dan Mas Andrew dari RoF (foto by Andry Berlianto)

Berfoto bersama Om Youk Tanzil dan Mas Andrew dari RoF (foto by Andry Berlianto)

Akhirnya penulis harus berpamitan. Setelah berfoto bareng dengan Om Youk & mas Andrew, penulis sempat melirik sebuah piagam yang diberikan oleh Musium Rekor Dunia atas pencapaian Om Youk mendaki gunung Rinjani dalam rangkaian tour RoF tahap 1. Pendakian itu begitu luar biasa sehingga patut mendapat penghargaan karena Om Youk mendaki dengan kondisi kaki yang masih ditopang penyangga akibat kecelakaan jatuh dari motor dalam RoF tahap 1. Sungguh luar biasa di usianya yang 58 tahun!

Bravo untuk Om Youk, Giovanni & Tim RoF. Semoga di perjalanan tahap 2 dan tahap-tahap berikutnya berlangsung lancar, aman dan sukses!

Jakarta, 08 Agustus 2011

HH

 

Comments
  1. nena says:

    kalau mau ikutan daftar ROF gimana caranya? bagi info dong…tq

  2. achonk says:

    semoga touring di pulau sumatera bulan depan berjalan lancar……… (om youk kni jd inspirasi buatq)heeheheheheh

  3. Dwiseptiance says:

    Suka, Youk Tanzil menjadi inspirasi bagi say

  4. Prajogi Wijono / PEWE says:

    Saya sangat senang mellhat perjalanan anda bersama team, Tuhan ijinkan jatuh di parit dan operasi kaki, . semangat terus jangan mundur karya sdr. Youk, sangat penting untuk pariwisata dunia, jgn andalkan orang asing men presentasikan ke indah an Indonesia kita.

    Malu dong , kenapa musti mereka orang Italia , Australia atau bangsa yang laen,

    saya salut dan terus mengikuti program ROF

    best regards.
    PEWE Summarecon Serpong . prajogi@cahayakaca.com

  5. pak, ini kereeeen banget, sy br nntn kmrn. hebat euy!

  6. hikmat says:

    to om youk n fam

    Anda dan kelrga bukan saja telah berhasil membuka mata dunia tentang kekayaan
    alam indonesia,lebih dari itu anda juga telah berhasil menginspirasi kaum muda untuk
    menjaga dan melestarikan nya,super salut to omyouk

    • Setuju. Pada launching perjalanan tahap 2 di Rolling Stone Cafe beberapa waktu yang lalu, atas pertanyaan penulis, Om youk berjanji untuk menularkan juga bagi para rider muda pengalaman dalam memanagement perjalanan bertualang, sehingga tidak hanya sekedar berkendara tanpa bisa dishare dengan petualang lain..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s