@Biker : Yuk….SANTUN di Jalan!

Posted: January 15, 2012 in Motor, Others
Tags: , , , ,

“Kemampuan yang besar memerlukan tanggung jawab yang besar”. Paribahasa yang diucapkan oleh uncle Ben, paman Peter Parker dalam film layar lebar Spiderman, sarat dengan makna. Paribahasa itu kurang lebih bermakna bahwa kelebihan dan kemampuan yang besar dari seseorang dalam suatu hal menuntut tanggung jawab yang lebih besar pula. Bagaimana mengendalikan kemampuan itu dan menjaganya agar menjadi tetap bersahaja dan tidak arogan adalah sebuah kunci kematangan diri. Lalu bagaimana hal ini dapat diterapkan bagi para biker yang sering ditafsirkan anggota komunitas/club bermotor? Berikut telaahnya.

Komunitas/Club motor di nusantara sudah sangat menjamur. Komunitas/Club motor ini dibuat oleh sekumpulan biker yang mempunyai visi yang sama. Adapun visinya sangatlah beragam, misalnya :

  1. Kesamaan jenis motor (motor matic, cub, sport, dll)
  2. Kesamaan pabrikan (Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dll)
  3. Kesamaan hobby (motor offroad, touring, modif, dll)
  4. Kesamaan domisili (tempat tinggal, tempat kerja, kota asal, dll)
  5. Kesamaan nasib dan pekerjaan (massenger, banker, karyawan hotel, bahkan preman :D)

Volume Komunitas/Club motor yang cukup banyak terkadang tidak didasari dengan komitment yang kuat untuk turut menjaga nama baik komunitas/club motor yang diikutinya (tentunya tidak termasuk gangster motor yang ada di beberapa kota besar di Indonesia :D). Seringkali atribut komunitas/club motor pun malah menjadi tameng agar mereka bisa berbuat seenaknya di jalanan. Dan celakanya, oknum anggota komunitas/club seperti ini seakang menjadi ‘duta’ negatif bagi komunitas/club yang sebenarnya telah menerapkan semboyan 3S (Safety, smart & smile) di jalan raya, seperti contoh berikut :

Di suatu pagi yang panas, penulis mengendarai motor dengan kecepatan normal, menyusuri rute rutin harian seperti biasa, Memasuki area Mega Kuningan di sebuah pertigaan, antrian kendaraan roda empat memblok jalan dari arah penulis ke arah kanan sehingga kendaraan dari arah penulis harus terhenti. Penulis dengan sabar berusaha antri dan saling memberikan kesempatan maju bergantian agar kemacetan tidak semakin parah. Tapi tiba-tiba sebuah sepeda motor jenis cub mendahului penulis dari arah kanan dengan kecepatan yang cukup kencang. Dari atribut yang dikenakan, nampaknya seorang anggota club motor ‘antah berantah’ yang mempersenjatai kendaraannya dengan rear box full stiker, side box, lampu strobo di bagian depan dan tak lupa klakson sebesar gajah yang hanya cocok dipasang di truk.

“Mulai lagi nih”, bathin penulis. Hal di atas sudah sering terjadi. Biker tidak mau ngantri dan malahan mengambil jalur kendaraan lain dari sebelah kanan. Dengan tak mengindahkan etika dan budaya antri, dengan seenaknya mereka menyerobot dan seringkali menyebabkan kemacetan yang semakin parah.

Sang biker berusaha memasukkan moncong motornya ke celah antara 2 mobil dengan memaksa. Lampu strobo dinyalakan dan klakson dibunyikan berkali-kali. Namun karena celahnya sudah sempit dan moncong mobil sudah lebih dulu maju, maka bisa dipastikan kedua moncong mobil dan motor itu pun beradu. Lalu apa yang terjadi? dengan arogannya, sang biker memundurkan motornya dan menabrakkan bannya ke bodi samping mobil sehingga lecet cukup parah. Setelah puas, dia memundurkan lagi motornya dan kabur ke arah kanan. Sang sopir mobil pun segera keluar dan mengepal-ngepalkan tinjunya di udara dan memaki-maki bahwa ‘biker memang bajingan’. Penulis yang berada di bagian belakang hanya bisa geleng-geleng kepala. Sebuah aksi yang memprihatinkan dan mencoreng perilaku biker.

Pemasangan Lampu Strobo dan Sirine pada motor pribadi (foto : Bikermagz.com)

Pemasangan Lampu Strobo dan Sirine pada motor pribadi (foto : Bikermagz.com)

Hal di atas hanya satu contoh perangai yang tidak terpuji dari oknum biker. Lalu apa saja hal-hal yang kurang pas diperbuat oleh biker? berikut ini beberapa contohnya :

  1. Tidak menggunakan peralatan safety yang cukup
  2. Memasang sirine, lampu rotator dan lampu strobo
  3. Memasang knalpot ‘racing’ yang memekakkan telinga
  4. Memasang lampu HID yang menyilaukan mata pengendara dari arah depan
  5. Memasang mika bening pada lampu rem
  6. Memasang aksesoris motor yang berlebihan sehingga mengganggu ruang pengendara lain.
  7. Berkonvoi dengan kecepatan tinggi dan membahayakan pengguna jalan yang lain, dan seringkali saat berkonvoi menyerobot jalur orang lain.
  8. Berbelok tanpa menggunakan lampu sein
  9. Menggunakan HP saat berkendara.
  10. Maju melebihi garis zebra cross saat berhenti di perempatan jalan
  11. Menggunakan jalur busway
  12. Menyerobot jalur sebelah kanan/melawan arus

Hal di atas nampaknya masih banyak terjadi di jalanan dan dilakukan oleh oknum-oknum biker/menamakan dirinya biker, sehingga entah sadar atau tidak menjadikan sebuah komunitas/club motor ditafsirkan sebagai kumpulan orang-orang bermotor yang arogan.

Oleh karenanya, penulis mengajak semua anggota komunitas/club bermotor untuk lebih perduli dan sadar tertib lalu lintas serta santun di jalan raya. Jadikan kita contoh berperilaku positif di jalan dan pantas untuk menjadi mitra polantas sebagai garda pengguna jalan yang baik. Semakin banyak stiker komunitas/club nempel di box, semakin besar tanggung jawab menjaga nama besar masing-masing komunitas/club yang diwakili oleh stiker tersebut.

Ayo terapkan 3S (Safety, smart & smile) sebagai budaya berkendara.

HH – 15 Januari 2012

Comments
  1. OcehAan says:

    tulisanya keren,bro😉
    keep safety riding n sabaaaaaarrrrrr yah.. nyawa cuma 1 dan gak ada cadanganya.
    http://vegalovers.wordpress.com/2013/02/17/selamat-pagi-gan-happy-nice-weekend/

  2. bayu says:

    Salam satu hati satu aspal, mari kita terapkan cara mengemudi yang baik dari detik ini, demi nama baik Komunitas/ Club yang kita bawa. kita tunjukan kepada masyarakat kalau kita bisa mematuhi peraturan undang-undang yang berlaku, “we are brothers forever”

  3. Ne .. harga strobo lu berapa ? gue mau pasang juga …

  4. oblorider says:

    good posting masbro….

  5. Idog says:

    Sampai sekarang emang image perkumpulan motor sebagai kuumpulan org dungu nan arogan itu masih ada. apalagi kalo lagi jalan konvoi. bikin eneg.
    tapi tentu cuma sebagian. Karena masih ada yang memperlihatkan sopan santun diperjalanan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s