“Kemampuan yang besar memerlukan tanggung jawab yang besar”. Paribahasa yang diucapkan oleh uncle Ben, paman Peter Parker dalam film layar lebar Spiderman, sarat dengan makna. Paribahasa itu kurang lebih bermakna bahwa kelebihan dan kemampuan yang besar dari seseorang dalam suatu hal menuntut tanggung jawab yang lebih besar pula. Bagaimana mengendalikan kemampuan itu dan menjaganya agar menjadi tetap bersahaja dan tidak arogan adalah sebuah kunci kematangan diri. Lalu bagaimana hal ini dapat diterapkan bagi para biker yang sering ditafsirkan anggota komunitas/club bermotor? Berikut telaahnya.
Komunitas/Club motor di nusantara sudah sangat menjamur. Komunitas/Club motor ini dibuat oleh sekumpulan biker yang mempunyai visi yang sama. Adapun visinya sangatlah beragam, misalnya :
- Kesamaan jenis motor (motor matic, cub, sport, dll)
- Kesamaan pabrikan (Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dll)
- Kesamaan hobby (motor offroad, touring, modif, dll)
- Kesamaan domisili (tempat tinggal, tempat kerja, kota asal, dll)
- Kesamaan nasib dan pekerjaan (massenger, banker, karyawan hotel, bahkan preman
)
Volume Komunitas/Club motor yang cukup banyak terkadang tidak didasari dengan komitment yang kuat untuk turut menjaga nama baik komunitas/club motor yang diikutinya (tentunya tidak termasuk gangster motor yang ada di beberapa kota besar di Indonesia
). Seringkali atribut komunitas/club motor pun malah menjadi tameng agar mereka bisa berbuat seenaknya di jalanan. Dan celakanya, oknum anggota komunitas/club seperti ini seakang menjadi ‘duta’ negatif bagi komunitas/club yang sebenarnya telah menerapkan semboyan 3S (Safety, smart & smile) di jalan raya, seperti contoh berikut :











