Author Archive

Puisi 22 – MENGINGATMU

Posted: May 26, 2015 in Uncategorized

Kumengingatmu penuh Darah
Bahkan setiap hari beranjak malam
Kuhanya bisa menangis dan menahan kerinduan …
Apa yang sedang kau lakukan?

Salahku masih saja mengingatmu
Meskipun, Kita tertutup tabir sekarang,
Karena kamu sudah ucapkan beberapa kata perpisahan,
Namun kumerasa kamu masih bersamaku,
Bahkan kumasih memiliki mu,

Maafkan aku tak bisa jauhkan hatiku
Karena kuslalu dekat dengan hatimu
Bahkan sejak ribuan hari yang lalu…

Sungguh Kutau
Tidaklah patut kau mengingat ku lagi
Aku sudah jauh dari hatimu
Sangat jauuh,
Itu bagimu
Tidaklah bagiku

Kamu membuat bayangan dimanapun kuberada
Bahkan ditempat yang sangat gelap wajahmu sangat jelas terlihat
Kutiada mampu lupakanmu
Tiada akan pernah

Selamat tidur sayang
Selamat berbahagia dgn mimpimu yang baru, yang aku tak ingin tau…
Karena bagiku mimpi kita kan slalu hadir setiap waktu,
Setiap jam,
Setiap hari,
Setiap Waktu, selamanya.
Sungguh harapanku adalah ASA

Hutami – 2015

Puisi 21 – PENYESALAN

Posted: May 26, 2015 in Uncategorized

Ku diam
Ku hidup
Ku bergerak
Semua tdk setangguh yg kuingin
Aku sangat rapuh,
Aku Sangaaaaaattt

Sampai hari ini ku hanya bisa merangkak,
Tertatih karena panas hatiku
Terduduk karena panas Jiwaku
Ku…
Tak bisa lg bicara
Ku…
Hanya bisa diam..
Diam,

Mengingat mu dlm diam
Mengingat mu dlm alunan lagu lagu kesedihan…
Kutau kamu sdh bergerak maju
Kembali berapi-api
Kembali bersinar

Mungkin kamu sdh berlari
Mengejar Asa baru bersama pelangi baru
Ku hanya bisa menatapmu sedih
Penuh kepedihan dan Penyesalan…

Malam sangat larut…
Ketika kuingat kamu memandangku dengan senyum,
Senyum Tulus dan senyum sayangmu,
Namun kini ku lupa senyum manis itu,
Kamu sudah sangat jauh,
jauh hingga ku bisu dan diam…

Hutami – 2015

Puisi 20 – LUKA MENGANGA

Posted: May 26, 2015 in Uncategorized

Matahari begitu terik,
Namun terhalang rimbunan pohon
Yang menaungi hati Dan fikiranku…

Aku tampak berjalan
Dengan penuh kegalauan meski tanpa semangat,
Meski harus kudaki bukit yg teramat curam,
Sesekali kumenggelantung dipohon cemara,
Melihat mu dikejauhan berlari berdua
Sembari tak lepas berpegang tangan…

Ku hanya menangis dan diam,
Tiada bisa Berkata apapun…
Sesekali kuterperosok dalam kubangan tanah basah pekat,
Kumenganga rasakan sakit,
kumenganga bersedih
Dan berpeluh mengingat mu,

Selalu kututup mataku jika ku tahan ingatanku,
Karena ku mengingat mu.
Ku ingat kamu karena ku teramat rindu,
Meski Kutau kamu tidaklah demikian
Tapi ku masih bisa rasakan jelas
Semua wajah manis mu
Yang setiap malam selalu menghantuiku,
Selalu buat aku menangis
Dan diam…

Kalaulah kau bisa lihat kedalam jiwaku
Kau kan tau kemanakah hatiku bermuara,
Airmata ku mengalir bagai sungai sungai kehilir…
Anak sungai itu bermuara ke hatimu..
Kau tak tau…sangat
Pun hatimu

Hutami – 2015

Kini ku ingat dirimu cukup lewat do’a
Cahaya putih itu isyaratkan sebuah karya hati,
Bermalam malam sedihku telah membuncah,
Hatimu sdh berubah
Meski tak bisa kullihat,
Tak mampu kusentuh tapi bisa kurasakan …

Kini Kudiam…
Aku diam bukan berhenti mencintaimu
Aku diam bukan melupakanmu
Aku diam karena kesakitan mengingatmu
Kesakitan krn kurindu
Kesakitan krn hatimu tak lagi untukku
Hatimu sdh bukan untukku, bukan untukku
Dirimu berubah sudah begitu cepat

Kumengerti hidup tdk selamanya sesuai harapan
Kusadari dunia berputar dengan cepat
Secepat kamu berlari dan berpindah tempat,
berpisah, berkisah dan punya pengisi hati lagi
Mungkin sdh berkali-kali

Sejatinya hidup, itu lah hidup..
Namun Selamanya aku berdo’a,
Semoga Tuhan berikan kekekalan jiwaku
Dan hatiku…
Untuk tetap hanya satu,
Seperti puisiku dulu ttg namamu…
Sebuah nama..

Ku sangat percaya alasan Tuhan mempertemukan,
Apapun alasan itu tidak akan menampik
Bahwa pernah hidup denganmu
Adalah sebuah kebahagiaan

Smoga berbahagia.

Hutami – 2015

Puisi 18 – SETAPAK HIDUP

Posted: March 19, 2015 in Uncategorized

Bergulung ombak menghantam
Sejenak ku luruh tak berdaya

Berputar angin menampar
Sejenak ku lemah tak bertenaga

Berpedar api menjilat
Sejenak ku nyeri tak bernyawa

Meratap dalam kubangan jiwa
Menjerit dalam tangisan hati
Melolong dalam keheningan rasa
Menangis dalam nestapa raga

Tapi saat itu pula aku beringsut tumbuh
Menggapai akar yang bisa kuraih
Mencakar rumput yang bisa kupegang
Menggapai asa yang nyaris sirna

Aku tak akan kalah oleh ombak
Karena aku lah sang batu karang
Yang berdiri pongah menantang
Menantap laut dengan tenang

Aku tak akan jatuh karena angin
Karena aku lah sang taufan
Yang merengkuh dalam pelukan
Memberikan rasa nyaman keabadian

Aku tak akan mati karena api
Karena aku lah sang bara
Yang menjadi sumber semangat
Menggelora jiwa tak pernah padam

Aku akan terbang ke langit ke tujuh
Meraih bintang yang terdekat
Menyematkannya di depan dada

Berkilau dan mulia bersama
Tumbuh besar, agung dan berharga
Dengan bangga dan sukacita

ONE – 2014

Puisi 17 – . . . . .

Posted: March 19, 2015 in Uncategorized

Kuteringat dalam lamunan
Tanpamu langit tak berbintang

Kuteringat dalam lamunan
Rasa sentuhan jemari tanganmu

Kuteringat walau telah pudar
Suara tawamu, sungguh kurindu

Tanpamu langit tak berbintang
Tanpamu jampa yang kurasa

Seandainya jarak tiada berarti
Akan kuarungi ruang dan waktu
Dalam sekejap saja

Seandainya sang waktu dapat mengerti
Tak akan ada rindu yang terus mengganggu
Kau akan kembali bersamaku

Terbit dan tenggelamnya matahari
Membawamu lebih dekat
Denganmu langitku berbintang
Dengamu sempurna kurasa

Hutami – 2013

Puisi 16 – TEMARAM TEJA

Posted: March 19, 2015 in Uncategorized

Temaram teja kan tenggelam
Di hamparan kesunyian alam
Indah memerah di sela mega membelah
Melandai membuai…terbuai…

Berlalu rasa demi rasa
Seribu suka seribu duka
Sela menyela meraja di kehidupan
Semasa usia…untai masa…

Bahagia pada yang kuasa
Nestapa pun pada yang Esa
Tiada kuasa ku tiada daya
Tiada kuinginkan kau tinggalkan

Dahaga sejenak kan sirna
Manakala di kalbu kau ada
Cerah kesuma buana ramah terasa
Seakan derita…usai sudah

Bahagia pada Yang Kuasa
Nestapa pun pada Yang Esa
Paduka kupujakan
Paduka kudambakan
Paduka bimbinglah hamba selamanya

Paduka kupujakan
Paduka kudambakan
Paduka bimbinglah hamba selamanya

Hutami – 2013

Puisi 15 – WARNA CINTA

Posted: March 19, 2015 in Uncategorized

Maafkan
Jika senyumku tersembunyi
Dibalik air mata

Dan kata kata mesra
Menjadi tanpa daya
Karena terperangkap
Dalam Prasangka

Tapi Tuhan tahu
Cinta yang kupunya
Lebih berwarna
Dari yang kau kira

Temukanlah aku
Dengan belahan jiwaku
Dan utuhkanlah keindahan hidupku
Bersamanya dalam mahligai
Yang damai, penuh kasih,
lembut memperlakukan satu sama lain
Dan yang setia
Dalam kemudahan atau dalam kesulitan

Hutami – 2013

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Tanpa banyak kata
Yang membalut kebohongan belaka
Aku memang tak pandai merangkai kata romantic
Selayaknya orang yang sedang jatuh cinta

Dan aku tak berani berjanji
Untuk mencintaimu sepenuhnya
Namun aku berjanji akan belajar setia
Agar dapat mencintamu selamanya

Aku mencintaimu
Senyaman langkahku
Meski sempat kesandung rindu dan cemburu
Ku kan tetap datang kepadamu
Karena kamu pemilik hati dan perasaanku

Aku tau mencintai tidaklah dosa
Semoga Allah tidak melarang kita
Untuk saling merindukan
Walau hanya sebatas diam

Hutami – 2013

Puisi 13 – NAMAMU

Posted: March 19, 2015 in Uncategorized

Kalau tidak karena namamu
Sungguh aku sudah putus asa
Sebelum kutulis huruf
Adanya huruf H…

Jika bukan sebab namamu
Betapa semua suara akan gugup
Sebelum huruf pertama kusebut

Apalah makna hidupku
Bila namamu tak berdenyut
Di jantungku
Ku tiada berdaya
Seperti sekarang makna namamu ada detik ini…H

Hutami – 2013