Posts Tagged ‘nmp’

Para petualang Adventouride 2 sampai di Teluk Killuan dengan selamat pada tanggal 14 Mei 2011. Tapi perjalanan belum berakhir. Para petualang masih harus melanjutkan perjalanan ke Pulau Kelapa untuk menginap disana. Berikut ini adalah catatan perjalanannya.

Pulau Kelapa, Teluk Kiluan. 14-15 Mei 2011

Ombak kecil menghempas dedaunan di pasir putih Teluk Kiluan. Matahari masih cukup terik di atas kepala. Pohon-pohon kelapa yang melambai-lambai diantara rumah para nelayan, mengantar sembilan orang petualang dari KHCC (Karisma Honda Cyber Community) yang sedang menaiki speed boat menuju sebuah pulau yang terlihat di depan mata. Sedangkan motor-motor yang kami pakai kami tinggalkan dan kami titipkan dengan keadaan terkunci dengan aman di warung yang juga berfungsi sebagai rumah penitipan.

Sejak kemarin malam, kami melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bakaheuni dan dilanjutkan ke Bandar Lampung. Selanjutnya kami berjuang menyusuri jalanan yang 70% nya rusak untuk mencapai desa tempat kami sekarang berada, Desa Kiluan – Lampung Selatan (cerita sebelumnya dapat dibaca di sini). Karena penginapan yang akan kami tempati berada di sebuah pulau yang terletak di mulut Teluk Kiluan, maka kami harus menaiki speed boat untuk menuju ke sana.

Naik speed boat beramai-ramai, menuju Pulau Kelapa

Naik speed boat beramai-ramai, menuju Pulau

 

Heading to Pulau Kelapa - Teluk Kiluan

Heading to Pulau Kelapa - Teluk Kiluan

(lebih…)

 

Bakaheuni – Teluk Kiluan, 14 Mei 2011.

Seseorang terasa menggoyang-goyang badan penulis. Dengan susah payah penulis membuka kelopak mata yang rasanya belum lama terpejam. Langit-langit yang pendek langsung terlihat di depan mata. Sejenak penulis lupa dimana penulis berada ketika seorang petugas Ferry berteriak-teriak memberitahu penumpang yang kebanyakan masih terlelap bahwa Ferry akan segera bersandar di Pelabuhan Bakaheuni. Wahh….akhirnya penulis tersadar bahwa saat itu kami sedang di atas kapal ferry menuju Bakaheuni – Lampung (Artikel sebelumnya selengkapnya baca di sini). Penulis melirik ke jam digital Casio Protrek PRG-110Y yang melingkar di pergelangan tangan kiri. Waktu menunjukkan jam 05.05. Whuahhh…..istirahat kurang lebih 2 jam rasanya tidak terasa. Kami harus segera berkemas dan bersiap-siap.

Yes, We are KHCC!
Yes, We are KHCC!
Fajar merekah di Pelabuhan Bakaheuni - Lampung
Fajar merekah di Pelabuhan Bakaheuni – Lampung
Berpose sesaat sebelum turun dari Ferry

Berpose sesaat sebelum turun dari Ferry

(lebih…)

 

Lebih dari satu bulan, tulisan ini terendap di server WordPress. Kesibukan penulis di tempat kerja memaksa penulis menulis artikel ini bersifat ‘stop & go’, hingga akhirnya ride report untuk perjalanan penulis ke Teluk Kiluan – Lampung Selatan bisa selesai meskipun tersendat-sendat. Foto pun terpaksa di upload secara bertahap karena sourcenya terpencar-pencar di beberapa teman. Ride report ini dibagi dalam 4 artikel karena rasanya sayang melewatkan satu pun kejadian yang kami alami dalam perjalanan kali ini. Semoga apa yang penulis sampaikan mewakili perasaan dan pengalaman para peserta Adventouride kali ini. Selamat membaca!

Menyusur Teluk Kiluan
Menyusur Teluk Kiluan

Jakarta – Bakaheuni, 13 Mei 2011 (malam)

Jam 17.15 tanggal 13 Mei 2011, akhirnya rampung juga segala persiapan penulis untuk melakukan perjalanan ke Teluk Kiluan, Lampung Selatan. Semua peralatan pribadi, peralatan pendukung perjalanan dan peralatan emergency sudah terkemas dengan rapi di Rear Box Kappa K33 & Tank Bag 7Gear yang terpasang di Honda New Mega Pro yang akan menemani penulis menuju tujuan petualangan kali ini. Rasanya mendekati kebenaran perkataan seorang petualang terkenal dari New Zealand, bahwa pekerjaan persiapan adalah pekerjaan setengah dari perjalanan. Begitu banyak persiapan yang harus dikerjakan oleh penulis, mengingat selain perjalanannya cukup jauh (+/- 750km PP), rute perjalanan yang dipastikan tidak umum, juga karena penulis harus mengkoordinasi teman-teman dari KHCC (Karisma Honda Cyber Community) berjumlah 8 orang yang berminat untuk turut serta dalam petualangan kali ini.

(lebih…)

Menyambung tulisan penulis tentang modifikasi Honda New Mega Pro untuk setelan perjalanan jauh (touring) yang meliputi :

  1. Pemasangan bracket rear box (baca selengkapnya disini)
  2. Pemasangan stang lebar (baca selengkapnya disini)
  3. Penggantian ban lebar
  4. Penggantian handle kopling/rem depan
  5. Lampu tembak
  6. GPS

Berikut ini pemasangan Engine Guard (Pelindung mesin) yang sebelumnya belum tercatat dalam rencana modifikasi tersebut.

7.  Engine Guard (pelindung mesin) :

Pemasangan engine guard di Honda New Mega Pro 150cc (NMP) dirasakan perlu oleh penulis. Selain sebagai rangka pemegang lampu sorot/lampu tembak, juga untuk menahan benturan langsung ke mesin jika motor terjatuh ke arah samping. Engine guard yang penulis maksud disini adalah sebuah konstruksi pipa yang dibentuk melengkung ke arah sisi luar mesin (samping bawah tangki).

Adapun konstruksi engine guard yang penulis beli di toko spare part motor di jalan Kramat Jati – Jakarta Timur ini  mempunyai spesifikasi sebagai berikut :

Engine Guard pada NMP
Engine Guard pada NMP

Hampir sempurna kepuasan yang penulis rasakan saat motor Honda New Mega Pro yang penulis beli di bulan Desember 2010 menembus limit angka 4000 KM minggu ini. Selama 4000 KM penjelajahan menggunakan kuda besi berlogo sayap kembar ini, hampir tidak ada keluhan berarti. Kemampuan motor 150cc ini memang tidak bisa diharapkan mampu mengimbangi motor ber-CC lebih besar. Tapi bentuknya yang gagah, ketahanan mesin dan kenyamanan riding ke berbagai kondisi jalan selama ini (termasuk touring keliling priangan timur sejauh 625km bulan Januari lalu) secara keseluruhan cukup memuaskan penulis dan rasanya cukup pantas menyandang jargon yang diusung : “The Real Street Fighter”.

Namun sayang, semua kepuasan penulis itu mulai penulis ragukan sendiri setelah penulis menemukan sebuah kekurangan yang selama ini seakan tersamarkan. Penulis menyebutnya sebagai ‘cacat konstruksi’ .  Maaf jika sebutan  ‘cacat konstruksi’ terdengar sangat tendensius, tapi sebutan apa yang lebih cocok untuk menyebutkan sebuah struktur konstruksi yang sudah tidak utuh lagi?

Posisi Coakan di pipa rangka depan mesin

(lebih…)

Perjalanan terakhir saya ke Cirebon dan Tasikmalaya beberapa waktu berselang menyisakan beberapa pekerjaan rumah. Pekerjaan rumah saya yang pertama adalah membuat reportase perjalanan. PR Selanjutnya adalah saya perlu memodif beberapa bagian dari motor yang saya tunggangi, yaitu si Black Pathfinder (BePe), Honda New Mega Pro (NMP), apalagi untuk perjalanan jauh selanjutnya. Hal ini cukup beralasan karena selama perjalanan, ternyata masih ada hal-hal yang kurang nyaman bagi saya (entah bagi pengguna NMP yang lain) pada beberapa bagian tertentu, yaitu :

  • Rear Box (untuk menyimpan barang-barang perlengkapan perjalanan).
  • Stang (tangan sering pegal, terutama di tangan kanan yang memegang gas),
  • Ban (daya cengkram kurang terutama saat pengereman mendadak).
  • Handle kopling/rem depan (agar lebih nyaman jari tangan selama perjalanan),
  • lampu (perlu tambahan lampu untuk menembus malam dengan jalanan basah atau jalan berkabut),
  • GPS (sangat membantu untuk menentukan posisi terkini dan arah tujuan), apalagi jika harus menggunakan jalur alternatif.

Bracket Yang Sudah Siap Dipakai di Honda New Mega Pro

REAR BOX :

Untuk perjalanan jauh, urusan rear box nampaknya sebuah keperluan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Saat perjalanan ke Cirebon dan Tasikmalaya beberapa waktu yang lalu, saya menggunakan tank bag buatan 7Gear untuk menyimpan peralatan motor serta device electronic. Sedangkan untuk pakaian, saya menggunakan backpack di punggung. Tank bag dapat berfungsi sesuai peruntukkannya. Sedangkan untuk backpack, lama-kelamaan saya merasa pundak dan punggung saya pegal dan tidak nyaman. Saya pun bertekad untuk memasang rear box pada si BePe untuk perjalanan berikutnya. (lebih…)